Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Affan Sofwan, mengukuhkan 63 Pengurus Kerohanian Islam (Rohis) Kota Jakarta Timur masa khidmat 2026–2027 sekaligus mengajak mereka menjadi agen moderasi beragama dan literasi digital dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial. Pengukuhan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Rabu (8/7/2026).
Dalam arahannya, Affan menegaskan bahwa Rohis memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan karakter religius peserta didik sekaligus mitra sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.
"Ini bukan sekadar jabatan organisasi sekolah. Ini adalah amanah yang mulia yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Rohis bukan hanya wadah berkumpul siswa muslim, tetapi laboratorium penguatan karakter religius bagi generasi muda," ujar Affan.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Berbagai informasi dan narasi keagamaan kini dapat diakses dengan mudah melalui media digital, sehingga peserta didik perlu memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak.
Affan mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal dan ekstrem saat ini semakin memanfaatkan ruang digital untuk menjangkau generasi muda. Oleh karena itu, pengurus Rohis diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun literasi keagamaan yang moderat di lingkungan sekolah.
"Saat ini tantangan kita terkait paham-paham radikal dan ekstrem sangat besar. Mereka mengampanyekan pemikirannya hingga menyusup ke berbagai kalangan secara terstruktur dan sistematis," katanya.
Ia meminta para pengurus Rohis tidak hanya aktif menyelenggarakan kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan sebagai agen literasi digital yang mampu membantu teman-temannya memahami ajaran Islam yang damai, toleran, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
"Rohis harus menjadi agen yang mampu menyaring informasi, khususnya narasi keagamaan. Mana yang benar dan mana yang tidak benar, tentu dengan pendampingan guru pembina agar tidak salah arah," tegasnya.
Affan berharap kepengurusan Rohis yang baru dapat menjadi teladan di lingkungan sekolah melalui berbagai program yang mendorong penguatan karakter, akhlak mulia, semangat persaudaraan, serta moderasi beragama. Menurutnya, kolaborasi antara pengurus Rohis, guru pembina, dan seluruh warga sekolah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuhnya generasi yang berintegritas.
Melalui pengukuhan tersebut, Kementerian Agama Kota Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui organisasi Rohis sebagai mitra strategis dalam membangun karakter peserta didik yang religius, moderat, cakap bermedia digital, serta siap menjadi pelopor kerukunan di lingkungan sekolah dan masyarakat.