Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar Kultum Rutin Ba'da Zuhur sebagai upaya memperkuat pembinaan mental spiritual dan meningkatkan kualitas keimanan aparatur. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kepulauan Seribu, Rabu (8/7/2026), diikuti oleh para Penyuluh Agama Islam dan pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kultum kali ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Nurcholis, dengan mengangkat tema "Seleksi Kehidupan Menuju Sukses Akhirat (Ukhrawi) Menurut Pandangan Imam Abu Hamid Al-Ghazali." Melalui tema tersebut, peserta diajak memperkuat keikhlasan dan menjadikan setiap amanah sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Dalam tausiahnya, Nurcholis menjelaskan bahwa kehidupan di dunia merupakan proses seleksi yang menentukan keberhasilan seseorang di akhirat. Mengutip pandangan Imam Abu Hamid Al-Ghazali, ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati tidak diukur dari jabatan, harta, ataupun popularitas, melainkan dari keimanan, keikhlasan, ilmu yang diamalkan, serta konsistensi dalam beramal saleh.
"Kehidupan dunia adalah tempat menanam, sedangkan akhirat adalah tempat memanen. Karena itu, mari mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh, menjaga keikhlasan, serta terus memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak," ujar Nurcholis.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang mampu mengendalikan diri dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian. Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat agar setiap muslim tidak terlena oleh kehidupan dunia, melainkan menjadikan setiap kesempatan sebagai ladang amal.
Nurcholis menambahkan bahwa sebagai insan Kementerian Agama, profesionalisme dalam bekerja harus berjalan beriringan dengan integritas spiritual. Setiap tugas yang dijalankan hendaknya diniatkan sebagai ibadah sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus bernilai pahala di sisi Allah SWT.
"Sebagai insan Kementerian Agama, kita tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki integritas spiritual. Ketika setiap pekerjaan diniatkan sebagai ibadah, maka tugas yang kita jalankan menjadi bekal berharga untuk kehidupan akhirat," tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Nurcholis mengutip nasihat Imam Abu Hamid Al-Ghazali tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap amal. Ia mengingatkan bahwa keikhlasan merupakan kunci diterimanya amal dan menjadi fondasi utama dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan kultum rutin ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu terus berkomitmen membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual. Diharapkan, pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memperkuat karakter ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, humanis, dan penuh keberkahan.