Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Monumen Nasional (Monas) Jakarta menjadi ruang kebersamaan bagi ratusan ribu warga dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dalam Zikir dan Doa Kebangsaan untuk menyambut bulan kemerdekaan dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut tidak hanya diikuti umat Islam, tetapi juga umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kegiatan turut melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama, termasuk jajaran Kankemenag Kota Jakarta Utara, KUA, madrasah, serta masyarakat umum.
Berdasarkan ketetapan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Kankemenag Kota Jakarta Utara tergabung dalam Kafilah 6 yang dipimpin Kepala Kankemenag Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani.
Sebelum menuju Monas, Mawardi memimpin rombongan Kafilah 6 yang berkumpul di Masjid Istiqlal. Dari lokasi tersebut, rombongan kemudian bergerak bersama menuju tempat pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan.
“Hari ini kita akan mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut HUT ke-81 RI,” ujar Mawardi saat memimpin rombongan.
Mawardi mengatakan, pemilihan Masjid Istiqlal sebagai titik kumpul menjadi langkah strategis untuk memastikan keikutsertaan ASN berlangsung tertib dan terkoordinasi. Selain ASN Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang terdiri atas PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu, kegiatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
“Agar berjalan tertib dan teratur, kami siapkan absensi dan snack box bagi para ASN. Peserta bisa beristirahat dulu di Masjid sebelum acara utama dimulai pada pukul 17.00 hingga 21.30 WIB,” jelasnya.
Menurut Mawardi, keikutsertaan ASN Kemenag dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap agenda nasional sekaligus wujud pelaksanaan amanah negara melalui pendekatan spiritual dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
“Menjadi sarana bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan elemen masyarakat untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia,” terangnya.
Ia menilai Zikir dan Doa Kebangsaan juga memiliki makna penting dalam memperkuat persatuan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Pertemuan lintas agama dalam satu ruang kebangsaan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan kerukunan.
“Menjadi momentum bersama untuk ‘mengetuk pintu langit’ melalui doa dan zikir agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian dan keselamatan dalam merawat keragaman,” tutur Mawardi.
Rangkaian munajat kebangsaan tersebut dipimpin Habib Syeikh Bin Abdul Qodir Assegaf dan diikuti peserta dari berbagai daerah. Doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar Indonesia senantiasa memperoleh keberkahan, kedamaian, keselamatan, dan kemajuan.
Mawardi berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, persatuan dan kerukunan menjadi modal penting bagi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Semoga bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai problematika yang ada di tengah masyarakat sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Mawardi.
Kehadiran Kankemenag Jakarta Utara dalam Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk terus merawat kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan kebangsaan, serta menghadirkan nilai-nilai agama sebagai energi positif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.