Berita

Hari Anak Nasional 2026, Wamenag Tekankan Pentingnya Sekolah Aman dan Ramah Anak

Rabu, 12 Agustus 2026
Dibaca 17 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Jakarta Utara Mawardi Abdul Gani menghadiri upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di MTsN 41 Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo R. Muhammad Syafi’i.

 

Dalam amanatnya, Wamenag menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Ia mengingatkan seluruh pihak agar mencegah dan menghentikan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan (bullying), kekerasan fisik, maupun kekerasan verbal.

 

Menurut Wamenag, perlindungan terhadap anak merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi penerus bangsa. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

 

Wamenag juga menyinggung komitmen pemerintah dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, salah satunya melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025.

 

“Saya menerjemahkan itu, betapa sayangnya beliau kepada anak-anak. Betapa kasihnya beliau, dan betapa sadarnya beliau bahwa Indonesia ke depan ada di tangan anak-anak hari ini,” tegas Romo Syafi’i.

 

Usai upacara, Wamenag meninjau langsung lingkungan pendidikan MTsN 41 Jakarta Selatan yang terintegrasi dengan Sekolah Al-Azhar Asy-Syarif. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi terhadap model pembelajaran yang diterapkan di madrasah.

 

Menurutnya, perpaduan kurikulum madrasah dengan kurikulum Al-Azhar Mesir memberikan nilai tambah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan pendidikan yang lebih luas, termasuk peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

 

“Ternyata model pendidikan yang memadukan kurikulum kita dengan Al-Azhar Mesir nampak memberikan nilai tambah. Kesiapan anak-anak tidak hanya untuk melanjutkan sekolah di tanah air, tapi juga bisa ke luar negeri,” ungkapnya.

 

Wamenag juga mengapresiasi suasana lingkungan belajar yang dinilainya suportif. Kehangatan dan keceriaan para murid saat berinteraksi menjadi salah satu indikator bahwa proses pendidikan berlangsung dalam suasana yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang.

 

Ia menilai suasana belajar yang positif penting untuk memastikan anak memperoleh pengalaman pendidikan tanpa tekanan yang dapat mengganggu perkembangan mental dan karakter mereka.

 

“Itulah makna Hari Anak tahun 2026 ini. Kita berharap insya Allah, Indonesia ke depan makin baik, makin maju, sejahtera, dan bermartabat di tangan pemimpin masa depan, yaitu anak-anak hari ini,” pungkas Wamenag.

 

Peringatan HAN 2026 di lingkungan madrasah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak. Kementerian Agama terus mendorong madrasah menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepercayaan diri peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor