Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur melaksanakan pengukuran ulang arah kiblat Masjid Baitul Hijrah, Kecamatan Matraman, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan ketepatan arah kiblat sekaligus meningkatkan kualitas layanan keagamaan bagi masyarakat.
Pengukuran dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Matraman, Achmad Sjaiful Bachri, pada pukul 16.26.42 WIB, bertepatan dengan fenomena Rashdul Kiblat, yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda yang tegak lurus dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat secara akurat. Fenomena tersebut terjadi dua kali dalam setahun dan dimanfaatkan sebagai momentum verifikasi arah kiblat masjid.
Selain memastikan akurasi arah kiblat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para penyuluh agama Islam di lingkungan Kankemenag Kota Jakarta Timur dalam mempraktikkan teknik pengukuran arah kiblat secara langsung.
Pengukuran akan kembali dilakukan pada Kamis (16/7/2026) sebagai pembanding. Meskipun dilaksanakan pada waktu yang hampir sama, terdapat perbedaan hitungan detik yang disesuaikan dengan posisi Matahari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Affan Sofwan, menegaskan bahwa pengukuran ulang arah kiblat tidak perlu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Menurutnya, apabila ditemukan adanya perbedaan arah kiblat, hal tersebut tidak memengaruhi keabsahan ibadah yang telah dilaksanakan sebelumnya.
"Pengukuran ulang ini semata-mata bertujuan memastikan arah kiblat yang lebih tepat untuk pelaksanaan ibadah ke depan, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan lebih mantap," ujar Affan Sofwan.
Berdasarkan hasil pengamatan sementara, arah kiblat Masjid Baitul Hijrah diketahui bergeser sedikit ke arah kanan sehingga diperlukan penyesuaian. Penyesuaian diperkirakan hanya dilakukan pada posisi saf atau karpet masjid tanpa mengubah struktur bangunan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Kota Jakarta Timur, Hamdi Masyhuri, mengatakan pengukuran arah kiblat melalui momentum Rashdul Kiblat dilaksanakan secara serentak di 63 titik yang tersebar di wilayah Jakarta Timur oleh para penyuluh agama Islam.
"Kenapa dipilih Masjid Baitul Hijrah? Karena selama ini kita sering melakukan pengukuran di masjid lain, sementara masjid kita sendiri belum diukur. Momentum Rashdul Kiblat ini kami manfaatkan untuk memastikan arah kiblat di masjid ini juga sudah sesuai," kata Hamdi.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Hijrah, Nasrullah Jamaluddin, menyatakan kesiapan pengurus masjid untuk menindaklanjuti hasil pengukuran apabila telah ditetapkan secara final.
"Kalau hasil pengukurannya sudah final, kami siap melakukan penyesuaian. Untuk tahap awal kemungkinan hanya menggeser atau menyesuaikan posisi karpet sebagai acuan saf salat, tanpa mengubah struktur bangunan masjid," ujar Nasrullah.
Melalui kegiatan ini, Kankemenag Kota Jakarta Timur terus memperkuat layanan keagamaan kepada masyarakat melalui pendampingan, edukasi, dan verifikasi arah kiblat agar pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai kaidah syariat.