Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) -– MIN 17 Kepulauan Seribu kembali melaksanakan rangkaian kegiatan hari keempat Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), Kamis (16/7/2026), dengan mengangkat materi Anti Bullying. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas tersebut diikuti oleh seluruh murid baru sebagai upaya membangun karakter peserta didik yang saling menghormati, peduli, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman sejak hari pertama bersekolah.
Kepala MIN 17 Kepulauan Seribu, Bahtiaroni, menyampaikan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kepribadian murid. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya perundungan harus diberikan sejak dini agar peserta didik mampu menghargai perbedaan, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, dan membangun budaya madrasah yang ramah bagi semua.
Materi Anti Bullying disampaikan oleh Sulha, Guru Aqidah Akhlak sekaligus Koordinator Bidang Kesiswaan MIN 17 Kepulauan Seribu. Dalam paparannya, Sulha menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun media sosial, dampak negatif bagi korban dan pelaku, serta pentingnya keberanian untuk menolak, melaporkan, dan menghentikan setiap tindakan perundungan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan pemberian contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid. Suasana kelas berlangsung antusias, terlihat dari banyaknya peserta yang aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai cara menjaga hubungan baik dengan teman sebaya.
Ketua Panitia MATAMUDA, Suhepi, menjelaskan bahwa materi Anti Bullying menjadi salah satu agenda utama dalam pelaksanaan MATAMUDA karena bertujuan membentuk lingkungan madrasah yang aman, inklusif, dan penuh rasa kekeluargaan. Ia menilai penanaman nilai saling menghargai sejak masa orientasi akan menjadi bekal penting bagi murid dalam menjalani proses belajar di madrasah.
Melalui kegiatan ini, para murid diharapkan memahami bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah. Mereka juga diajak membiasakan perilaku santun, saling membantu, serta menyelesaikan perbedaan dengan cara yang baik tanpa kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital.
Pelaksanaan hari keempat MATAMUDA MIN 17 Kepulauan Seribu menjadi wujud komitmen madrasah dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, dan peduli terhadap sesama. Melalui pembekalan materi Anti Bullying, diharapkan tercipta budaya madrasah yang harmonis sehingga seluruh peserta didik dapat belajar, bertumbuh, dan berkembang dalam suasana yang aman, nyaman, dan saling menghargai. (j)