Berita

Kankemenag Jakarta Timur Ukur Arah Kiblat di 63 Titik

Kamis, 16 Juli 2026
Dibaca 127 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) — Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur melaksanakan pengukuran arah kiblat secara serentak di 63 masjid dan musala di wilayah Jakarta Timur dengan memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan ketepatan arah kiblat sekaligus meningkatkan kompetensi penyuluh agama dalam pengukuran arah kiblat berdasarkan ilmu falak.

 

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Kota Jakarta Timur, Hamdi Masyhuri, mengatakan pengukuran dilakukan oleh para penyuluh agama Islam yang telah mendapatkan pembekalan teknis, sekaligus menjadi sarana praktik bagi penyuluh yang sedang mempelajari teknik pengukuran arah kiblat.

 

"Pengukuran serentak dilakukan di 63 titik oleh para penyuluh agama yang telah mendapatkan pembekalan teknis. Selain mereka yang sudah memahami, kegiatan ini juga diikuti para penyuluh yang sedang belajar," ujar Hamdi Masyhuri di Masjid Baitul Hijrah.

 

Salah satu lokasi pengukuran adalah Masjid Baitul Hijrah yang berada di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur. Pengukuran dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Matraman, Achmad Sjaiful Bachri, menggunakan alat ukur teodolit untuk memperoleh hasil yang akurat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Achmad menjelaskan tahapan pengukuran arah kiblat, mulai dari menentukan azimut kiblat berdasarkan koordinat lokasi, melakukan centering dan leveling alat, mengalibrasi arah utara sejati, hingga mengarahkan teodolit sesuai sudut kiblat. Ia juga menjelaskan pentingnya memperhatikan posisi Matahari sebagai acuan dalam proses pengukuran.

 

"Untuk mengetahui posisi Matahari dapat menggunakan bantuan aplikasi Sunclock pada telepon genggam," jelas Achmad.

 

Fenomena Rashdul Kiblat terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak mengarah lurus ke kiblat. Momentum ini dimanfaatkan sebagai metode paling akurat untuk memverifikasi arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya.

 

Kegiatan tersebut sejalan dengan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 yang dicanangkan Kementerian Agama Republik Indonesia. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat untuk memeriksa kembali arah kiblat secara mandiri di rumah, musala, maupun masjid sebagai bagian dari upaya menyempurnakan kualitas ibadah.

 

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam siaran pers pada Senin (13/7/2026), mengajak umat Islam memanfaatkan momentum tersebut untuk memastikan ketepatan arah kiblat.

 

"Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Menteri Agama.

 

Melalui kegiatan ini, Kankemenag Kota Jakarta Timur terus memperkuat layanan keagamaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam memberikan pendampingan dan edukasi mengenai penentuan arah kiblat yang akurat.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor