Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) di Auditorium Bani Syekh Hasanuddin, MAN 8 Jakarta, Selasa (7/7/2026). Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian kinerja dan realisasi anggaran, sekaligus memperkuat koordinasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, pelayanan keagamaan, dan tata kelola organisasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Affan Sofwan, menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan melalui lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman. Ia menginstruksikan seluruh satuan kerja untuk secara konsisten melaksanakan program Gemah Asri (Jumat Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
"Dirjen Bimas Islam mencanangkan gerakan Gemah Asri. Instruksi tersebut harus dijalankan secara konsisten. Jangan pernah alpa setiap Jumat. Tanpa menunggu kehadiran dari Dirjen maupun Kanwil, program ini harus terus berjalan," tegas Affan.
Ia menambahkan, program tersebut diperkuat dengan gerakan Rasberi (Rabu Sehat, Bersih-bersih) yang telah diterapkan di tingkat wilayah sebagai upaya membangun budaya kerja yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, Affan juga menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap madrasah pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2026/2027. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa madrasah kini semakin dipercaya sebagai pilihan utama masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
"Madrasah kita saat ini sudah menjadi pilihan utama, bukan lagi alternatif. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, baik dari kalangan menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Kepercayaan ini harus kita jawab dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan," ujarnya.
Untuk memperkuat pembinaan karakter peserta didik, Affan mendorong kepala madrasah menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Menurutnya, penyuluh agama dan penghulu memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pencegahan perundungan, literasi digital, penguatan moderasi beragama, serta edukasi zakat dan wakaf.
Dalam aspek pengelolaan anggaran, Affan meminta seluruh satuan kerja mempercepat realisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) secara tepat, akurat, dan akuntabel.
"Saya ingin mengetahui sejauh mana realisasi anggaran masing-masing satuan kerja. Laksanakan dengan cepat, tepat, akurat, dan penuh tanggung jawab agar seluruh program dapat berjalan optimal," katanya.
Affan juga menyampaikan perkembangan rencana hibah aset KUA dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diharapkan dapat membuka peluang pembangunan sarana dan prasarana melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada tahun 2027.
Menutup arahannya, Affan menginstruksikan seluruh satuan kerja untuk mengintensifkan Gerakan Beberes Arsip (Geber Arsip) sebagai bagian dari penguatan tata kelola administrasi. Menurutnya, arsip yang tertata dengan baik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan responsif.
"Kita semua adalah khadimul ummah, pelayan umat. Karena itu, berikan pelayanan terbaik melalui lingkungan kerja yang bersih, sehat, nyaman, serta administrasi dan arsip yang tertata dengan baik," pungkasnya.
Rapat pimpinan diikuti Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi dan penyelenggara, kepala madrasah negeri, kepala KUA kecamatan se-Kota Jakarta Timur, Ketua Kelompok Kerja Pengawas PAI dan Madrasah, serta para koordinator pelaksana. Melalui rapat ini, Kankemenag Kota Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan layanan pendidikan dan keagamaan yang profesional, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.