Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI Jakarta) — Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Khairani, menekankan pentingnya integritas, disiplin, inovasi pembelajaran, serta penguatan karakter dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di madrasah.
Hal tersebut disampaikan Khairani saat memberikan pembinaan kepada para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan MAN 25 Jakarta. Ia mengajak seluruh pendidik untuk bersama-sama membangun budaya kerja yang positif demi meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
“Kita harus berjalan bersama membangun madrasah. Keberhasilan program tidak bisa dicapai oleh sebagian pihak saja, tetapi membutuhkan dukungan dan komitmen seluruh unsur yang ada di madrasah,” ujar Khairani.
Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berperan membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta menginspirasi peserta didik dalam meraih cita-cita.
“Guru hadir bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan. Guru juga menanamkan nilai, membentuk karakter, dan mempersiapkan generasi masa depan yang unggul,” katanya.
Khairani menjelaskan bahwa madrasah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan lembaga pendidikan lainnya, yakni pada penguatan karakter dan spiritual peserta didik. Oleh karena itu, guru madrasah diharapkan mampu mengajar dengan hati serta menjadi teladan bagi siswa.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan bermakna.
“Digitalisasi harus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru perlu terus berinovasi agar proses belajar menjadi lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” ujarnya.
Selain itu, Khairani menegaskan bahwa integritas dan disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun budaya kerja yang profesional. Ia mengajak seluruh guru untuk menghindari kebiasaan yang dapat menghambat kinerja serta terus meningkatkan kompetensi diri melalui pembelajaran sepanjang hayat.
“Jangan pernah memiliki hutang kinerja. Integritas dimulai dari diri sendiri. Orang yang ingin maju harus berani keluar dari zona nyaman dan terus belajar meningkatkan kompetensinya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khairani juga mengingatkan para guru agar lebih memahami karakter dan potensi setiap peserta didik. Menurutnya, setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang tepat.
Ia menekankan pentingnya komunikasi antara guru dan orang tua untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari aspek akademik maupun nonakademik.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas kita sebagai pendidik adalah mengenali, mengembangkan, dan mengantarkan mereka mencapai prestasi terbaik sesuai bakat dan minatnya,” ujarnya.
Menutup arahannya, Khairani mengajak seluruh guru MAN 25 Jakarta untuk terus mengajar dengan hati, menjaga integritas, serta menjadi inspirasi bagi peserta didik.
“Guru yang hebat bukan hanya mampu membuat siswa menjadi pintar, tetapi juga mampu membuat mereka percaya bahwa dirinya dapat menjadi lebih baik,” pungkas Khairani.
Melalui pembinaan tersebut, diharapkan guru dan tenaga kependidikan MAN 25 Jakarta semakin termotivasi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu melahirkan generasi madrasah yang berprestasi, berkarakter, dan berdaya saing.