Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan bahwa guru merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan. Karena itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi dan memahami karakter setiap peserta didik agar mampu melahirkan generasi unggul yang berakhlak serta berdaya saing.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja dan memberikan pembinaan kepada guru serta tenaga kependidikan MTsN 32 Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum maupun ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi terutama oleh kualitas guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran.
"Dari berbagai sistem pendidikan yang saya pelajari, baik di Finlandia, Korea Selatan, Singapura maupun Australia, kata kuncinya adalah guru. Kalau gurunya hebat, insya Allah akan lahir generasi-generasi yang hebat," ujarnya.
Adib menilai guru madrasah tsanawiyah memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik yang sedang memasuki fase remaja. Pada masa tersebut, guru tidak hanya berperan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kebiasaan baik yang akan menjadi bekal hingga dewasa.
"Guru di tingkat tsanawiyah adalah orang-orang yang akan terukir dalam ingatan muridnya. Masa ini merupakan fase pembentukan karakter. Apa yang ditanamkan hari ini akan menjadi bekal mereka di masa depan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi, karakter, dan cara belajar yang berbeda sehingga memerlukan pembinaan yang tidak bisa disamaratakan.
"Keberhasilan seorang guru adalah ketika mampu memberikan treatment yang tepat kepada setiap peserta didik sesuai dengan kondisi dan potensinya. Tidak bisa semua anak diperlakukan dengan cara yang sama," ungkapnya.
Selain itu, Adib mendorong seluruh guru menerapkan prinsip mastery learning atau pembelajaran tuntas agar setiap peserta didik benar-benar menguasai kompetensi dasar yang menjadi fondasi pada jenjang pendidikan berikutnya.
"Pastikan setiap anak menguasai dasar-dasar ilmu yang diajarkan. Jangan sampai ada yang lulus tetapi belum menguasai kompetensi yang seharusnya dimiliki. Karena di sinilah fondasi masa depan mereka dibangun," tegasnya.
Menutup pembinaan, Adib mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjaga semangat pengabdian dalam mendidik generasi muda.
"Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah berhenti membaca dan mengembangkan diri. Tugas guru memang berat, tetapi sangat mulia. Kita sedang mengukir masa depan anak-anak dan masa depan bangsa," pungkasnya.
Melalui rapat kerja tersebut, MTsN 32 Jakarta Adib berharap mampu menghasilkan program-program strategis yang semakin memperkuat posisinya sebagai madrasah unggul, baik di tingkat DKI Jakarta maupun nasional.