Jakarta (Humas KanKemenag Kota Jakarta Timur) — Sebanyak 40 santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Hayah mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an yang digelar di Aula GOR Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan para santri dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus momentum untuk meneguhkan komitmen mereka dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pd. Pontren) Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Silvia Hanim, yang hadir memberikan arahan, menyampaikan harapannya agar para wisudawan tidak hanya menjaga hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga para santri dapat terus menjaga hafalannya, mengamalkan kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Silvia Hanim.
Menurut Silvia, keberhasilan para santri menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an merupakan prestasi yang patut disyukuri dan diapresiasi. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras para santri, bimbingan para ustaz dan ustazah, serta dukungan penuh dari orang tua selama proses pendidikan berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa wisuda tahfidz bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bagian dari upaya membangun generasi Qurani yang memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan keimanan yang kokoh. Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Pondok Pesantren Al Hayah terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam perilaku dan kehidupan sosial. Melalui program tahfidz yang berkelanjutan, pesantren berupaya melahirkan sumber daya manusia yang religius, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri para orang tua santri, dewan guru, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran keluarga menjadi bentuk dukungan dan kebanggaan atas capaian para santri yang telah menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an.
Suasana tertib dan penuh kekhusyukan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.