Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Siswa MTsN 38 Jakarta memenangkan kompetisi Roket Air (Water Rocket) Tzorfas 2026 antar pelajar SMP/SMA sederajat yang diadakan Insan Cendekia Madani Boarding School BSD Tangerang kemarin. Lomba ini bertujuan meningkatkan minat dan bakat siswa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Sabtu, (24/1/2026).
Tim yang terdiri dari Dika Ramdhani Kusuma (8.4) dan Teungku Muhammad Baginda Syah (8.3) berhasil meraih juara I setelah sukses mempromosikan sains [fisika] dan teknologi dengan cara yang menyenangkan. Mereka beradu kreativitas dalam mendesain roket dari botol bekas, yang diluncurkan menggunakan tekanan udara untuk mencapai target tertentu.
Pembina Robotik MTsN 38, Dian Islamiati mengaku bersyukur timnya berhasil menunjukan cara kerja fisika melalui praktik roket dengan menerapkan rumus hukum newton 1 dan hukum newton 3. "Lomba sains ini untuk mengembangkan kreativitas, fokus dan kerjasama siswa dalam merancang dan peluncuran roket serta menentukan titik pusat," kata Dian kepada tim Humas.
Dian menjelaskan, saat berlomba timnya terlebih dulu menyiapkan 2 botol soda (merk bebas), memisahkan 1 botol untuk dipotong setengah yang diberi pemberat berupa plastisin, kemudian disambung dengan satu botol lainnya hingga membentuk sebuah badan roket. Untuk sayap roket, siswa MTsN 38 ini menyiapkan infraboard sebagai sayap roket yang dibentuk jajar genjang/trapesium.
"Setelah sayap ditempelkan pada sisi roket menggunakan selotip, roket berisi air dengan takaran 250 L/300 L yang telah dipasangkan noozle serta berisi tekanan dari pompa ini siap diluncurkan ke arah target," terang Dian.
Atas raihan prestasi siswa yang dibinanya ini, Dian berharap menjadi awal langkah yang baik untuk dapat ditularkan kepada siswa lainnya. "Dan semoga setelah ini semakin banyak siswa yang berprestasi baik di tingkat nasional bahkan internasional," ujar Dian.
Kepala MTsN 38, Hujaeni Roup menyambut baik raihan prestasi lain siswanya di bidang sains ini. Ia mengaku madrasah sedang berusaha melakukan berbagai inovasi dalam bimbingan prestasi dengan menargetkan capaian prestasi bidang akademik maupun non akademik.
Hujaeni menuturkan, capaian itu sudah terlihat hasilnya setelah MTsN 38 berada di 10 besar sekolah berprestasi di DKI Jakarta. "Alhamdulillah, kemarin kami berprestasi lagi di bidang sains, ini semua berkat kolaborasi dan sinergi seluruh sivitas madrasah," pungkas Hujaeni. [Z].