Berita

Porsadin ke-VII : Saat Santri Bertanding, Bakat dan Sportivitas Diuji

Jumat, 14 Agustus 2026
Dibaca 9 kali
blog

Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Pagi ini, suasana di GOR Semper Jakarta Utara tampak berbeda. Ratusan santri dari berbagai Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) datang membawa semangat yang sama: bertanding, menunjukkan kemampuan, sekaligus menjalin persaudaraan.

 

Lebih dari 500 santri dari enam kecamatan di Jakarta Utara berkumpul dalam Kick-off Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII yang digelar DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jakarta Utara, Jumat (14/8/2026).

 

Bukan sekadar perlombaan, Porsadin menjadi ruang bagi para santri untuk menemukan dan menunjukkan bakat terbaik mereka. Ada yang berlari mengejar catatan waktu, ada yang beradu ketangkasan di tenis meja dan bulu tangkis, sementara yang lainnya bersiap menghadapi beragam cabang seni dan keagamaan.

 

Pada cabang olahraga hari ini, para santri mengikuti lomba Sprint, Tenis Meja, dan Bulu Tangkis. Sementara lomba Futsal dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (15/8/2026).

 

Semangat kompetisi berlanjut pada cabang seni di keesokan harinya yang akan digelar di SMPN 231 Jakarta Utara yaitu Tahfidz Juz 'Amma, MQK Safinatunnajah, Cerdas Cermat Diniyah, Pidato Bahasa Arab dan Indonesia, MTQ, Murottal wal Imla, Kaligrafi, Puisi Islam, Sholawat, hingga Adzan menjadi panggung bagi para santri untuk memperlihatkan kemampuan mereka.

 

Namun, bagi Ketua DPC FKDT Jakarta Utara, Deden Daenuri, kegiatan hari pertama bukanlah puncak dari seluruh rangkaian Porsadin. Menurutnya, pengumuman para juara sekaligus penyerahan piala akan dilaksanakan pada puncak Porsadin, Sabtu (15/8/2026). “Lomba hari ini hanya sebagai Kick-off, adapun gong Porsadin ke-VII tingkat Jakarta Utara akan berpuncak di SMPN 231esok hari,” kata Deden kepada Tim Humas.

 

Di balik riuhnya pertandingan, ada nilai yang jauh lebih penting untuk dibawa pulang para santri. Mereka belajar bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Ada keberanian untuk tampil, ketekunan dalam berlatih, kemampuan menerima hasil, dan yang tak kalah penting adalah sportivitas.

 

Deden berharap seluruh rangkaian Porsadin dapat berlangsung lancar, kondusif, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. “Insya Allah sertifikat/piagam penghargaan akan diberikan dari Kementerian Agama Kota Jakarta Utara,” ujarnya.

 

Porsadin VII Jakarta Utara pun menjadi lebih dari sekadar arena perlombaan. Di tempat ini, para santri tidak hanya sedang mengejar piala. Mereka sedang belajar berkompetisi dengan sehat, menghargai lawan, dan menunjukkan bahwa pendidikan diniyah juga mampu melahirkan generasi yang berprestasi, percaya diri, dan berkarakter.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor