Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Seribu Utara kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani dan Penyuluhan Agama Islam bagi siswi SMA Negeri 69 Jakarta. Kegiatan berlangsung di Asrama Putri SMAN 69 Jakarta, Pulau Pramuka, Selasa malam (10/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu yang berkolaborasi dengan satuan pendidikan. Program tersebut bertujuan memperkuat pemahaman keislaman sekaligus membentuk karakter religius, mandiri, dan berakhlak mulia di lingkungan asrama.
Hadir sebagai narasumber utama, Istiana Rahma, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, yang menyampaikan materi bertema “Hikmah Tinggal di Asrama Putri.”
Dalam pemaparannya, Istiana Rahma menyampaikan bahwa kehidupan asrama memiliki banyak nilai pembelajaran yang sangat berharga, tidak hanya untuk menunjang akademik, tetapi juga membentuk kepribadian, sosial, dan spiritual para siswi.
“Tinggal di asrama bukan sekadar soal tempat tinggal, tetapi merupakan proses pembentukan karakter. Di sinilah para siswi belajar mandiri, bertanggung jawab, dan menguatkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Istiana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa hikmah utama tinggal di asrama putri, antara lain: Pertama, Pendidikan Kemandirian dan Kedisiplinan. Jauh dari orang tua melatih siswi untuk mengurus kebutuhan pribadi dan mengatur waktu secara mandiri.
“Kemandirian yang dibangun di asrama akan menjadi bekal penting bagi siswi ketika kelak terjun ke masyarakat dan menghadapi tantangan kehidupan,” jelasnya.
Kedua, Pengembangan Keterampilan Sosial (Sosialisasi). Hidup bersama teman dari beragam latar belakang melatih toleransi, empati, dan kemampuan beradaptasi.
“Di asrama, anak-anak belajar memahami perbedaan, saling menghargai, serta menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan,” tutur Istiana.
Ketiga, Keamanan dan Lingkungan yang Kondusif. Asrama putri umumnya memiliki pengawasan dan aturan yang terarah sehingga menciptakan suasana aman dan nyaman.
“Lingkungan yang tertib dan terjaga akan membantu siswi lebih fokus belajar dan mengembangkan potensi diri secara optimal,” ujarnya.
Keempat, Persaudaraan dan Sistem Dukungan (Support System). Kehidupan bersama membentuk ikatan persaudaraan yang kuat antar penghuni asrama.
“Kebersamaan di asrama menumbuhkan rasa saling peduli, saling menguatkan, dan menciptakan ikatan layaknya sebuah keluarga,” tambahnya.
Kelima, Manajemen Waktu dan Organisasi. Jadwal kegiatan yang terstruktur melatih siswi menjadi pribadi yang disiplin dan terorganisir.
“Asrama mengajarkan bagaimana mengelola waktu dengan baik antara belajar, ibadah, dan aktivitas lainnya,” jelas Istiana.
Keenam, Hemat Waktu dan Biaya. Lokasi asrama yang dekat dengan sekolah membantu menghemat waktu perjalanan dan biaya transportasi.
“Efisiensi waktu ini sangat membantu siswi untuk lebih fokus pada kegiatan belajar dan pengembangan diri,” katanya.
Ketujuh, Pengembangan Spiritual. Lingkungan asrama yang religius mendorong siswi untuk lebih dekat dengan Allah SWT dan menjaga akhlak.
“Suasana Islami di asrama menjadi sarana pembinaan spiritual agar siswi terbiasa menjalani kehidupan sesuai nilai-nilai agama,” ucap Istiana.
Menutup tausiyahnya, Istiana Rahma menegaskan bahwa asrama putri merupakan wadah yang tepat untuk menempa karakter generasi muda agar siap menghadapi masa depan.
“Asrama adalah tempat pembelajaran kehidupan. Di sinilah karakter, mental, dan spiritual siswi ditempa agar kelak menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Kemenag Kepulauan Seribu, perwakilan guru SMAN 69 Jakarta, para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara Samtidar Effendy Tomagola, Juhaeriyah dan Doni Kuswandi Saputra, serta seluruh siswi Asrama Putri SMAN 69 Jakarta.