Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta) — MAN 6 Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Petugas Ibadah sebagai upaya memperkuat pembinaan keagamaan siswa sekaligus mendukung program Kementerian Agama dalam membentuk generasi religius dan berkarakter. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam menyiapkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan siap berkhidmat dalam kegiatan keagamaan di sekolah maupun masyarakat.
Pelaksanaan pelatihan mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah, komite, OSIS, dan DKM Masjid MAN 6 Jakarta, mencerminkan kolaborasi yang kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang positif.
Dalam sambutannya, Kepala Urusan Tata Usaha MAN 6 Jakarta, Sopyan Dali, menegaskan pentingnya pembekalan kompetensi keagamaan bagi siswa sebagai calon pelaksana ibadah di lingkungan madrasah. “Kami berharap melalui pelatihan ini para peserta bukan hanya memperoleh ilmu, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab dalam menjalankan peran keagamaan di sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam menghadirkan program yang berdampak positif bagi perkembangan siswa.
Pelatihan difokuskan pada sejumlah materi inti seperti Fikih Imamah, Retorika dan Rukun Khutbah, Ragam Doa dalam Ibadah, serta praktik memimpin salat, azan, iqomah, dan khutbah. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur berpengalaman yang memberikan pemahaman teknis sekaligus penanaman nilai moral dalam memimpin ibadah.
Salah satu peserta, Jindan, siswa kelas XI, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini. “Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan, saya juga menjadi lebih percaya diri dan siap menjalankan tugas-tugas keagamaan di masa depan,” ungkapnya. Ia menuturkan bahwa pelatihan ini memberinya pengalaman yang memperkuat pemahaman mengenai tanggung jawab seorang pemimpin ibadah.
Instruktur pelatihan juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi yang santun dalam menyampaikan pesan khutbah. Ia menjelaskan bahwa khutbah harus mampu memberikan edukasi secara jelas dan bijak. Secara tidak langsung, instruktur mengingatkan bahwa pemimpin ibadah harus memiliki sensitivitas moral dalam memandu jamaah.
Ketua DKM Masjid MAN 6 Jakarta, Sugino, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal kepada siswa agar mereka dapat menjadi pemimpin ibadah yang bertanggung jawab dan berkompeten,” katanya. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi religius dan berakhlak.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan keagamaan baik di madrasah maupun di masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sinergi antara madrasah, komite, OSIS, dan DKM menjadi faktor penting dalam membangun karakter dan spiritualitas siswa sebagai bagian dari upaya Kemenag menghadirkan pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat.