Berita

MTsN 6 Jakarta Gelar Olimpiade Tahfidz 2025, Dorong Generasi Qur’ani Berprestasi

Selasa, 18 November 2025
Dibaca 313 kali
blog

Jakarta (Humas MTsN 6 Jakarta) — MTsN 6 Jakarta menjadi tuan rumah Olimpiade Tahfidz 2025 tingkat MI dan MTs se-Kota Jakarta Timur pada Sabtu (15/11/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Hidup Mulia dan Bahagia Bersama Al-Qur’an” ini bertujuan menanamkan kecintaan peserta terhadap Al-Qur’an serta menekankan bahwa kebahagiaan dan kemuliaan seorang muslim bersumber dari kedekatan dengan kitab suci.

 

Olimpiade diikuti oleh berbagai madrasah negeri dan swasta di Jakarta Timur. Sejak pagi, peserta dan pendamping memadati lingkungan MTsN 6 Jakarta dengan suasana khidmat namun penuh semangat. Madrasah menyiapkan fasilitas pendukung mulai dari ruang ujian berbasis komputer, ruang tunggu, hingga area ibadah dan istirahat. Panitia bertugas memastikan lomba berjalan tertib, mulai dari registrasi hingga pengarahan peserta.

 

Dalam sambutannya, Rofii selaku perwakilan tuan rumah menekankan bahwa lomba bukan sekadar soal juara. “Jadikan Olimpiade Tahfidz ini bukan untuk juara saja, tetapi sebagai ajang menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an demi meraih kebahagiaan dan hidup yang mulia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hafalan peserta harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. “Kami ingin peserta tidak hanya lancar membaca dan menghafal, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak Qur’ani di rumah, di madrasah, dan di tengah masyarakat,” jelasnya.

 

Olimpiade menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dengan materi fokus pada Juz 29. Sistem ini menguji hafalan, ketelitian membaca tanda baca, kemampuan menyambung ayat, dan mengenali posisi ayat dalam surat. Ahmad Zubaidi, salah satu panitia, menjelaskan, “Dengan sistem CBT, kami berharap peserta terbiasa memadukan hafalan dengan ketelitian membaca. Mereka tidak hanya hafal, tetapi juga paham betul letak dan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an.”

 

Selain kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah antar-madrasah. Guru pendamping dan peserta dapat saling bertukar pengalaman dan menumbuhkan semangat bersama. Rosanih, salah satu guru pendamping, menyampaikan, “Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memotivasi siswa. Mereka merasa bangga menjadi penghafal Al-Qur’an dan terdorong untuk terus menambah hafalan.”

 

Di akhir kegiatan, Rofii berharap Olimpiade Tahfidz ini terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif luas bagi pembentukan karakter peserta. “Harapan kami, dari ajang ini lahir generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup,” pungkasnya.

 

Kegiatan ini menunjukkan program Kemenag melalui madrasah mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, dengan membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor