Jakarta Selatan (Humas MIN 8 Jakarta) — MIN 8 Jakarta Selatan melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan tahap 1 tahun 2026 bagi seluruh siswa, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit cacingan pada anak usia sekolah.
Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang dikoordinasikan oleh Puskesmas Srengseng Sawah dengan sasaran anak usia 6 hingga 12 tahun pada jenjang Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.
Pelaksanaan pemberian obat dilakukan secara mandiri oleh pihak madrasah dengan pendampingan guru di masing-masing kelas. Sebelumnya, madrasah telah menerima arahan teknis serta distribusi obat dari pihak puskesmas.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti dengan tertib di bawah pengawasan guru. Guru memastikan setiap siswa mengonsumsi obat sesuai petunjuk yang telah ditetapkan.
Kepala MIN 8 Jakarta Selatan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung kesehatan peserta didik sebagai fondasi utama keberhasilan belajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan siswa tetap sehat sehingga dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal,” ujarnya.
Selain pemberian obat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, serta menggunakan alas kaki saat beraktivitas.
Pihak madrasah sebelumnya juga telah melakukan pendataan sasaran serta menyampaikan informasi kepada orang tua/wali murid sebagai bentuk transparansi dan kesiapan pelaksanaan kegiatan.
MIN 8 Jakarta Selatan mengapresiasi dukungan Puskesmas Srengseng Sawah dalam pelaksanaan program ini. Sinergi tersebut menjadi wujud kolaborasi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup anak.
Melalui kegiatan POPM cacingan ini, diharapkan seluruh siswa dapat terhindar dari penyakit, tumbuh sehat, serta memiliki daya saing yang lebih baik dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta didik.