Berita

Menag Pimpin Breakfast Meeting Bahas Kebijakan Strategis PTKN

Selasa, 13 Januari 2026
Dibaca 439 kali
blog

Breakfast Meeting

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Sekretariat Jenderal kembali menggelar Breakfast Meeting secara hybrid pada Selasa (13/01/2026). Rapat koordinasi ini membahas perumusan kebijakan strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia.

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh Tim Penasihat Ahli Menteri Agama, para Rektor dan Ketua PTKN se-Indonesia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Biro PTKN, serta Kepala Balai Diklat Keagamaan dan Balai Litbang Agama. Rapat dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar dan dimoderatori oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin.

 

Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi terhadap kinerja para Rektor PTKN. Ia menilai adanya peningkatan semangat kerja dan keterbukaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah mendorong PTKN untuk meraih pengakuan di tingkat internasional.

 

“Sekarang tinggal bagaimana cara menggapai predikat secara internasional, bukan hanya unggul di tingkat lokal,” ujar Nasaruddin Umar.

 

Menteri Agama menjelaskan bahwa pengakuan internasional merupakan hal yang penting bagi PTKN guna meningkatkan keunggulan akademik, memperluas jangkauan kerja sama, serta menjaga relevansi perguruan tinggi keagamaan di tengah perkembangan global.

 

Ia juga menyarankan pembentukan tim khusus yang bertugas mendorong dan melakukan supervisi kepada para Rektor dalam pengelolaan PTKN, termasuk melalui pembelajaran dari perguruan tinggi unggulan di tingkat internasional.

 

“Jika perlu ada tim khusus untuk mendorong para Rektor agar memahami pentingnya peringkat internasional bagi Perguruan Tinggi Keagamaan,” kata Nasaruddin Umar.

 

Selain itu, Menteri Agama mengingatkan bahwa PTKN perlu dipimpin oleh Rektor yang memiliki kemampuan manajerial serta kecakapan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Arab, disertai latar belakang pendidikan yang linear.

 

“Memilih Rektor jangan asal. Bagaimana jadinya seorang Rektor PTKN tidak memiliki kecakapan bahasa asing bisa bersaing di kancah internasional?” ujarnya.

 

Breakfast Meeting ini turut diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara Mawardi Abdul Gani. Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menyamakan visi dan misi dalam menjaga marwah institusi serta meningkatkan daya saing PTKN di tingkat nasional dan internasional.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor