Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kurnain, menyampaikan ceramah keagamaan dalam kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Majelis Taklim Durrotun Nasihin, Pulau Pramuka, pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh jamaah majelis taklim dengan penuh kekhusyukan dan antusias.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut mengusung tema “Menjadikan Salat Lima Waktu sebagai Jalan Perbaikan Diri”, yang bertujuan meneguhkan kembali peran salat sebagai fondasi utama dalam pembentukan kepribadian dan akhlak seorang Muslim.
Dalam tausiyahnya, Kurnain menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak sejarah diwajibkannya salat lima waktu, sekaligus menjadi bukti betapa pentingnya salat dalam kehidupan seorang hamba.
“Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi merupakan pesan langsung dari Allah Swt bahwa salat adalah kebutuhan utama umat Islam dalam menjaga hubungan dengan-Nya,” ujar Kurnain.
Ia menjelaskan bahwa salat bukan hanya kewajiban ritual, melainkan sarana perbaikan diri yang berkelanjutan, sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45).
“Salat yang dikerjakan dengan kesadaran dan kekhusyukan akan membentuk akhlak, kedisiplinan, serta kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, menurut Kurnain, ayat tersebut menegaskan bahwa kualitas salat seseorang sangat berpengaruh terhadap perilaku dan moralnya di tengah masyarakat.
“Jika salat kita baik, insyaallah perilaku kita juga akan terjaga. Namun jika salat hanya sebatas gerakan tanpa penghayatan, maka nilainya tidak akan berdampak pada akhlak,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengutip sabda Rasulullah Saw: “Salat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadan ke Ramadan adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).
“Hadis ini menunjukkan bahwa salat adalah sarana penyucian jiwa dan muhasabah diri yang terus-menerus bagi seorang Muslim,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Melalui momentum Isra Mi’raj ini, jamaah diharapkan tidak hanya memahami kewajiban salat secara normatif, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman hidup dan sarana transformasi diri.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual agar nilai-nilai Isra Mi’raj serta pesan salat sebagai jalan perbaikan diri dapat diamalkan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya oleh warga Pulau Pramuka.