Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI) — Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Khairani, menekankan pentingnya sinergi, kehati-hatian, dan penguatan konten positif dalam pelaksanaan strategi komunikasi Kehumasan Kemenag DKI Jakarta Tahun 2026. Hal ini disampaikan saat kegiatan kehumasan di aula Fatahillah, Kanwil Kemenag DKI.
Khairani menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah dan strategi kehumasan sepanjang tahun 2026. Selain itu, Ia mengapresiasi capaian Humas Kemenag DKI Jakarta sepanjang tahun 2025 yang dinilai berhasil meraih berbagai apresiasi, sekaligus diharapkan dapat menjadi contoh bagi humas di tingkat kota dan bidang.
“Media sosial kehumasan saat ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Kementerian Agama telah memiliki tagline Kemenag Berdampak, dan itu harus diwujudkan melalui konten berbasis data yang disampaikan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Khairani dihadapan PIC Humas Bidang, Pembimas dan PIC Humas Kankemenag Kota/Kab, Kamis (5/2).
Lanjutnya, Kabag TU menegaskan pentingnya koordinasi intensif antara humas Kanwil Provinsi dengan Humas Kota, bidang, dan Pembimas, khususnya dalam penyampaian dan publikasi berita. Menurutnya, sinergi menjadi kunci untuk mencegah kesalahan informasi yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita harus mengelola media sosial dengan bijak, mengingat adanya Undang - Undang ITE. Kesalahan penulisan atau unggahan berita dapat berdampak luas. Karena itu, koordinasi dan kehati-hatian menjadi hal yang mutlak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khairani menjelaskan bahwa strategi kehumasan Kemenag DKI Jakarta berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mewajibkan badan publik menyediakan informasi yang akurat, transparan, dan akuntabel. Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang utuh dan benar, bukan sekadar dokumentasi kegiatan.
Khairani juga mengingatkan agar seluruh aktivitas kehumasan selaras dengan Arah dan Program Prioritas (AstaProtas) Kementerian Agama RI, seperti penguatan kerukunan umat, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, mewujudkan pendidikan unggul, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan rumah ibadah dan digitalisasi tata kelola. Menurutnya, banyak potensi konten positif di kota, bidang, dan Pembimas yang dapat diangkat dan dikemas menjadi berita yang berdampak bagi masyarakat.
Ia mencontohkan konten layanan keagamaan yang menarik perhatian publik, seperti figur penghulu dengan kemampuan berbahasa asing, yang dinilai memiliki nilai jual tinggi dan mampu meningkatkan kepercayaan serta ketertarikan masyarakat terhadap layanan Kementerian Agama.
“Berita-berita yang viral dan berdampak positif inilah yang harus terus kita angkat. Kita dorong agar Kemenag hadir dengan informasi yang aktual, menyejukkan, dan membangun,” ungkapnya.
Di akhir paparannya, Khairani mengajak seluruh jajaran humas untuk membangun kesamaan mindset dalam menyajikan berita-berita positif dan berdampak, serta mendukung penguatan citra Kemenag di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan dukungan serta melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala terhadap kinerja kehumasan.
Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Fungsi Informasi dan Humas, Fajar Herlambang, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat dan menyelaraskan komunikasi publik di seluruh lini, mulai dari Kanwil, Kankemenag Kota/Kabupaten, hingga bidang dan Pembimas.
“Sehingga, melalui kolaborasi dan pertukaran ide dalam pertemuan ini, kualitas konten dan pemberitaan Kemenag DKI Jakarta semakin meningkat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.