Jakarta (Humas MAN 9 Jakarta Timur) — MAN 9 Jakarta Timur memulai pelaksanaan Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah bersama Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Duren Sawit pada Senin (21/5/2026). Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan rutin bulanan dalam penguatan karakter dan pendidikan keagamaan peserta didik.
Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah di MAN 9 Jakarta Timur ditetapkan sebagai lokasi percontohan di lingkungan madrasah aliyah wilayah Duren Sawit berdasarkan nota kesepahaman antara MAN 9 Jakarta Timur dan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Duren Sawit.
Melalui kerja sama tersebut, kegiatan pembinaan dilaksanakan secara berkala setiap bulan dalam bentuk bimbingan, penyuluhan, dan konseling bagi peserta didik.
Kegiatan perdana menghadirkan tim penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Duren Sawit, yaitu H. Yudi Rusmanto, Uliyah, dan Desy Imelda Syafaryani. Materi yang disampaikan mengangkat tema “Remaja yang Sehat” dengan fokus pada pengenalan diri, membangun harapan masa depan, memahami tantangan remaja masa kini, serta penguatan konsep remaja Islami dan Qurani.
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Duren Sawit, Yudi Rusmanto, menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan yang dekat dengan kehidupan remaja saat ini.
“Melalui program ini, kami ingin mendampingi para siswa agar memiliki konsep diri yang sehat, memahami tantangan zaman, serta mampu menjadi remaja yang berakhlak dan memiliki cita-cita yang jelas untuk masa depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan remaja memerlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan lembaga keagamaan agar pembentukan karakter dapat berjalan optimal.
Kepala MAN 9 Jakarta Timur, Pramesti Indraningsih, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin bersama Kantor Urusan Agama Kecamatan Duren Sawit dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di madrasah.
Menurutnya, program Bimbingan Remaja Usia Sekolah relevan dengan kebutuhan peserta didik dalam membentuk karakter, akhlak, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan.
Dalam pelaksanaan sesi perdana, kegiatan berlangsung interaktif melalui refleksi diri, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta penyampaian harapan dan cita-cita peserta didik. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan.