Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar pembinaan bagi seluruh kepala madrasah negeri dan swasta se-Jakarta Utara dalam rangka penguatan karakter dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan berlangsung selama dua hari di MAN 21 Jakarta dan diikuti oleh 135 kepala madrasah, Rabu (11/2/2026).
Pembinaan dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib. Dalam arahannya, Adib menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta yang dicanangkan Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan emosional.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi penyemaian kasih sayang. Kita ingin lulusan madrasah tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang inklusif dan moderat,” ujar Adib di hadapan para kepala madrasah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pembinaan bertujuan menyamakan persepsi pimpinan madrasah dalam mengawal implementasi KBC. Ia menyebut para kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing.
“Diharapkan, para Kamad dapat menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing demi mewujudkan visi dan misi Kemenag yang terangkum dalam tiga kata kunci yaitu rukun, maslahat dan cerdas,” kata Mawardi.
Menurutnya, kehadiran pimpinan Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran menunjukkan komitmen dalam mentransformasikan tata kelola dan kultur madrasah di DKI Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
Kegiatan juga dihadiri oleh Kabid Penmad Viola Cempaka, Kasi Penmad Samsurial, Kapokjawas Sutikno, serta jajaran terkait. Pembinaan diisi dengan diskusi interaktif mengenai strategi praktis penerapan nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang nyaman dan humanis bagi peserta didik.