Jakarta [Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara] — Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Amir Mahmud, menyampaikan tausiah tentang hikmah kedisiplinan dan kepekaan bagi orang yang berpuasa pada kegiatan Kultum Ramadhan [Kurma] hari kedua belas, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran ASN Kankemenag Jakarta Utara sebagai bagian dari pembinaan spiritual selama Ramadan.
Amir menjelaskan bahwa puasa Ramadhan merupakan sarana latihan dan pembinaan diri bagi orang beriman. “Indikator orang yang berpuasa adalah meningkatnya kedisiplinan menjaga makan, minum, dan semua hal yang bisa membatalkan puasa,” ujarnya membuka tausiah Kurma. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membangun kontrol diri yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Selain kedisiplinan, Amir menekankan pentingnya kepekaan terhadap sesama. “Berbaginya orang selama bulan suci bukan semata karena lebih mampu, melainkan karena ia peka terhadap rasa lapar dan haus yang dialami orang lain,” terangnya. Puasa diharapkan menumbuhkan empati dan kepedulian sosial yang berlanjut setelah Ramadan.
Dalam tausiahnya, Amir menggunakan analogi dua hewan, ular dan ulat bulu, untuk menggambarkan efek puasa terhadap perilaku dan spiritualitas manusia. Ia menjelaskan, ular membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengganti kulitnya dan akan selalu lapar setelah keluar sarang. “Setelah berpuasa, manusia diibaratkan mengganti kulit, namun rasa lapar lahir batin harus tetap terkendali,” ujarnya.
Berbeda dengan ular, ulat bulu mengalami metamorfosis menjadi kupu-kupu yang hanya mengonsumsi sari bunga dan madu, serta disenangi oleh banyak makhluk. Amir menegaskan, “Tak ubahnya kupu-kupu, setelah puasa Ramadhan selesai, ketaqwaan kita kepada Allah bertambah, kita disukai hamba-Nya, dan hanya mengonsumsi yang halal dan thoyyib.”
Kegiatan Kurma ini dihadiri juga oleh Kepala Kantor Kemenag Jakarta Utara, yang menekankan pentingnya pembinaan spiritual bagi ASN selama bulan suci. Tausiah seperti ini menjadi sarana refleksi dan penguatan karakter agar seluruh ASN dapat menjalankan tugas dengan hati yang bersih dan penuh tanggung jawab.
Amir menutup tausiahnya dengan mengingatkan bahwa kedisiplinan dan kepekaan yang dibangun selama Ramadan harus menjadi modal untuk hidup lebih baik sepanjang tahun. “Puasa bukan hanya kewajiban, tetapi juga pendidikan spiritual yang menuntun kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Kegiatan Kultum Kurma ini menjadi bagian dari program rutin Kankemenag Jakarta Utara untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, membina spiritual ASN, dan menumbuhkan rasa empati serta disiplin yang berkelanjutan di lingkungan kerja.