Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) – Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Port Medical Center (PMC) dalam penyediaan layanan bimbingan dan pendampingan kerohanian bagi pasien. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, bersama pihak rumah sakit pada Senin (22/6/2026).
Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penguatan spiritual selama menjalani perawatan medis. Melalui kolaborasi tersebut, pasien akan memperoleh pendampingan rohani sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
Dalam sambutannya, Mawardi Abdul Gani menegaskan bahwa Kementerian Agama selama ini terus mengembangkan berbagai program pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu di antaranya adalah layanan bimbingan dan pendampingan kerohanian bagi pasien rumah sakit yang memerlukan dukungan mental dan spiritual.
“Pendampingan rohani memiliki peran penting dalam memberikan ketenangan dan penguatan batin bagi pasien. Kehadiran pembimbing agama diharapkan dapat membantu mereka menghadapi masa perawatan dengan lebih optimistis dan penuh harapan,” ujar Mawardi.
Ia menjelaskan bahwa Kankemenag Kota Jakarta Utara telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah rumah sakit di wilayahnya. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pasien yang berada dalam kondisi kritis, tetapi juga bagi pasien yang membutuhkan motivasi, ketenangan jiwa, dan penguatan nilai-nilai spiritual selama proses pemulihan.
Menurut Mawardi, para penyuluh agama dari berbagai agama akan memberikan layanan bimbingan sesuai ajaran dan keyakinan masing-masing pasien. Pendekatan tersebut menjadi wujud pelayanan keagamaan yang inklusif dan menghargai keberagaman masyarakat.
“Para penyuluh dari setiap agama akan memberikan pendampingan rohani sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan pasien. Dengan demikian, layanan yang diberikan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata,” katanya.
Agar pelaksanaan program berjalan efektif, Mawardi juga menekankan pentingnya pengaturan jadwal kunjungan para rohaniwan secara terkoordinasi. Langkah tersebut diperlukan agar layanan dapat berlangsung secara berkesinambungan tanpa mengganggu tugas dan pelayanan lainnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada RS Port Medical Center atas inisiatif dan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang memperhatikan aspek spiritual pasien. Menurutnya, sinergi antara institusi kesehatan dan Kementerian Agama merupakan langkah positif dalam menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan menyeluruh.
“Kami menyambut baik inisiatif Rumah Sakit Port Medical Center dalam memberikan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat. Semoga kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan penandatanganan kerja sama turut dihadiri Direktur RS Port Medical Center beserta jajaran, Kepala Subbagian Tata Usaha, para Penyelenggara, tim SDM dan Hukum, serta para Penyuluh Agama. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi dalam menghadirkan layanan keagamaan yang memberikan ketenangan, penguatan spiritual, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Kankemenag Kota Jakarta Utara terus memperkuat implementasi program Kemenag Berdampak dengan menghadirkan layanan keagamaan yang relevan, inklusif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Pendampingan rohani bagi pasien diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung proses penyembuhan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemanusiaan.