Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) – Sebanyak 40 kepala madrasah dan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Jatinegara mengikuti Pembinaan Penguatan Kinerja ASN dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Dokumen Manajemen Sistem (DMS) Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Gedung MI Mansyaatul Islamiyah, Jatinegara, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme ASN madrasah menghadapi transformasi digital.
Kegiatan menghadirkan Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Amirullah, dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Jumanto, sebagai narasumber. Melalui pembinaan dan pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai penguatan kinerja ASN sekaligus tata kelola administrasi kepegawaian berbasis digital.
Dalam arahannya, Amirullah menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut ASN untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi. Menurutnya, transformasi digital merupakan bagian dari perubahan yang harus disikapi secara positif guna mendukung peningkatan kualitas layanan publik.
“Sekarang zaman serba digital, sehingga ASN perlu terus membuka wawasan dan meningkatkan literasi teknologi. Pada akhirnya, manfaat dari penguasaan teknologi akan dirasakan langsung dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi secara optimal dapat membantu ASN bekerja lebih efektif, efisien, dan profesional. Karena itu, peningkatan kompetensi digital menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang modern dan responsif.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Jakarta Timur, Jumanto, menjelaskan bahwa DMS BKN merupakan sistem penyimpanan dokumen kepegawaian berbasis digital yang berfungsi sebagai pusat arsip elektronik bagi setiap ASN.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi instrumen penting dalam mendukung tertib administrasi kepegawaian karena memungkinkan setiap ASN menyimpan dan mengelola dokumen secara aman, terintegrasi, dan mudah diakses.
“DMS BKN dapat diibaratkan sebagai lemari arsip digital yang menyimpan berbagai dokumen penting kepegawaian. Karena itu, setiap ASN perlu memastikan seluruh data dan dokumen tersimpan secara lengkap dan sesuai ketentuan,” jelas Jumanto.
Dalam sesi bimtek, peserta mendapatkan pendampingan teknis dan praktik langsung terkait proses pengunggahan, pengelolaan, serta pemutakhiran dokumen pada aplikasi DMS BKN. Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta sekaligus mempermudah implementasi di lingkungan kerja masing-masing.
Selain mendukung keamanan dan ketersediaan data, pengelolaan dokumen kepegawaian yang tertata dengan baik juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan administrasi yang cepat, akurat, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul selama sesi berlangsung, menunjukkan komitmen ASN madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pengelolaan administrasi kepegawaian.