Berita

Kakankemenag Jakarta Utara Monev TKA, Soroti Pentingnya Dukungan Infrastruktur Madrasah

Kamis, 9 April 2026
Dibaca 81 kali
blog

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik

Jakarta (Kemenag) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MTsN 15 Jakarta dan MTs Al-Miftahiyyah Cilincing, Rabu (8/4/2026). Monev ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar sekaligus menilai kesiapan infrastruktur pendukung di madrasah.

 

Dalam peninjauan tersebut, Mawardi didampingi Pelaksana Seksi Pendidikan Madrasah, Husain Duna Tatu. Secara umum, pelaksanaan TKA di kedua madrasah berjalan tertib dan tanpa kendala berarti, didukung ketersediaan perangkat utama berupa laptop dan komputer.

 

Mawardi mengapresiasi kesiapan madrasah dalam menyediakan sarana pendukung TKA 2026 yang merupakan instrumen pemetaan mutu pendidikan madrasah secara objektif dan terstandar. Ia menilai penggunaan perangkat yang memadai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan konsentrasi siswa saat mengerjakan soal.

 

“Laptop atau komputer menyediakan layar yang lebih memadai sehingga siswa dapat membaca soal panjang dengan lebih nyaman,” ujar Mawardi.

 

Ia menjelaskan, TKA dirancang sebagai tes berbasis komputer, sehingga penggunaan telepon genggam tidak direkomendasikan karena keterbatasan layar, potensi gangguan fokus, serta risiko koneksi yang tidak stabil. Meski demikian, dalam kondisi tertentu penggunaan gawai masih ditemukan di beberapa madrasah.

 

“Masih ada siswa yang menggunakan HP karena keterbatasan perangkat. Ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk peningkatan ke depan,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Mawardi menegaskan bahwa ketersediaan infrastruktur seperti laptop dan komputer tidak hanya mendukung kelancaran ujian, tetapi juga mencerminkan kualitas layanan pendidikan madrasah di mata masyarakat.

 

“Ketersediaan sarana menjadi bagian dari citra madrasah yang dapat memengaruhi kepercayaan dan minat masyarakat,” tegasnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala MTs Al-Miftahiyyah, Ahmad Solihin, menyampaikan bahwa penggunaan HP dalam pelaksanaan ujian berpotensi mengganggu konsentrasi siswa dan membuka peluang terjadinya kecurangan.

 

“Ukuran layar yang kecil menyulitkan siswa membaca soal, dan potensi penyalahgunaan perangkat juga lebih besar sehingga dapat mengganggu integritas ujian,” ungkapnya.

 

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi yang menuntut pengawasan lebih ketat dari pihak madrasah. Menurutnya, inovasi perangkat seperti smartwatch dapat menjadi celah kecurangan jika tidak diawasi dengan baik.

 

“Pengawasan harus semakin ditingkatkan. Kami pernah menemukan penggunaan smartwatch saat ujian, dan ini tentu menjadi perhatian serius agar tidak terulang,” pungkasnya.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor