Jakarta (Humas MIN 9 Jakarta Selatan) — Kegiatan Jumat Pentas Seni (Jupensi) kembali digelar di MIN 9 Jakarta Selatan pada 14 November 2025 dan menghadirkan pertunjukan bertema Kesenian dan Budaya Jawa yang dibawakan oleh siswa kelas 5 dan 6. Program rutin ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bagian dari penguatan karakter dan pendidikan budaya yang terus didorong Kementerian Agama melalui madrasah.
Acara dipandu oleh tiga siswa, yakni Muhammad Nasri Arkana, Bilqis Aqila Rakhim, dan Ajeng Adriana Alifah Harsendi. Kepala MIN 9 Jakarta Selatan menyampaikan bahwa kegiatan Jupensi rutin mengangkat tema budaya daerah, di mana bulan sebelumnya menampilkan budaya Betawi oleh siswa kelas 1 dan 2. Menurutnya, pengenalan budaya sejak dini penting agar siswa tumbuh dengan karakter kuat dan memiliki rasa cinta terhadap warisan bangsa. “Kegiatan seperti ini tidak hanya melatih keberanian anak, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ungkapnya.
Berbagai penampilan dari siswa kelas 5 dan 6 berlangsung meriah, mulai dari Tari Jogja Istimewa, Tari Manis Manja, Tari Cublak-cublak Suweng, hingga Drama Persahabatan berbahasa Jawa yang menyampaikan pesan moral tentang pentingnya saling mengingatkan dalam kebaikan. Pertunjukan lainnya meliputi Tari Dolanan, Drama Situ Bagendit, Drama Ande-ande Lumut, Tari Rek Ayo Rek, serta lagu-lagu Jawa yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Seluruh penampilan mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Selain pentas seni, setiap kelas juga mempresentasikan berbagai makanan khas Jawa, seperti soto lamongan, pecel madiun, getuk lindri, es dawet, dan wedang ronde. Siswa menjelaskan asal-usul dan bahan makanan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran budaya dan pelatihan kemampuan presentasi.
Koordinator Jupensi, Awalia Rahmi Zahara, menegaskan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang harus terus dijaga. Ia menyampaikan, “Kita harus bangga menjadi orang Indonesia karena memiliki beragam suku, budaya, bahasa, dan makanan tradisional. Meskipun berbeda-beda, kita tetap saling menyayangi dan bersatu.”
Salah satu peserta, Kinara dari kelas 6, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini. Ia merasa Jupensi memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperluas pengetahuannya tentang budaya Jawa. “Yang paling seru itu drama bahasa Jawa, lucu tapi banyak pesan baiknya,” tuturnya.
Melalui Jupensi, Kemenag terus mendorong madrasah menjadi ruang belajar yang aktif mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga membentuk karakter siswa yang kreatif, berbudaya, dan bangga terhadap identitas bangsanya.