Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — Kegiatan Bunkasai 2025 yang digelar melalui kolaborasi MGMP Bahasa Jepang MA DKI Jakarta dan Japan Foundation berlangsung meriah di MAN 7 Jakarta pada Sabtu (15/11/2025). Ajang tahunan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Jepang sekaligus memperdalam pemahaman tentang budaya Jepang.
Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh peserta dari 10 madrasah negeri dan swasta di DKI Jakarta, di antaranya MAN 4, MAN 7, MAN 11, MAN 13, MAN 16, MAN 17, MAN 22, MA Muhammadiyah, dan MA Pembangunan. Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti registrasi dan persiapan lomba, menciptakan suasana kompetitif namun tetap bersahabat.
Beragam cabang lomba digelar untuk menguji kreativitas dan kemampuan siswa dalam memahami bahasa dan budaya Jepang. Kategori perlombaan meliputi Olimpiade Bahasa Jepang, karaoke, story telling, fan art, dan pidato guru. Masing-masing kategori menampilkan kualitas peserta yang matang, mulai dari pelafalan yang baik hingga kreativitas visual yang memukau dalam karya seni.
Suasana semakin hidup ketika peserta tampil percaya diri di hadapan dewan juri. Lomba karaoke dan story telling memperlihatkan kemampuan intonasi serta penguasaan bahasa Jepang yang kuat. Sementara itu, fan art menjadi salah satu cabang yang menarik perhatian karena menampilkan karya-karya unik dan bernuansa budaya Jepang.
Kegiatan dibuka oleh Ketua MGMP Bahasa Jepang MA DKI Jakarta, Misnawati. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung program Kementerian Agama untuk meningkatkan mutu madrasah. “Tujuan Bunkasai 2025 adalah mengasah kemampuan Bahasa Jepang pada jenjang MA di DKI, sesuai dengan motto Kemenag: madrasah bermutu, mendunia,” ujarnya. Secara tidak langsung, ia menyampaikan bahwa Bunkasai menjadi salah satu sarana pembelajaran yang mampu memperluas wawasan siswa dalam konteks global.
Dukungan juga datang dari para guru pendamping, termasuk Dana Maharani, guru Bahasa Jepang MAN 7 Jakarta. Ia bersyukur atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan. “Alhamdulillah, kegiatan berjalan sukses dan lancar. Peserta sangat antusias,” ungkapnya. Ia menilai semangat peserta mencerminkan tingginya minat siswa terhadap pembelajaran bahasa asing.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, kegiatan Bunkasai 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media untuk mempererat hubungan antarmadrasah dan memperkuat keterampilan lintas budaya. MAN 7 Jakarta berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai upaya mendukung visi Kementerian Agama dalam menghadirkan madrasah yang kompetitif, unggul, dan adaptif terhadap perkembangan dunia global.