Jakarta (Humas Bidang Pendidikan Madrasah) - Di balik wajah-wajah polos dan senyum malu-malu para siswa Madrasah Ibtidaiyah di DKI Jakarta, tersimpan kekuatan kata-kata yang luar biasa. Panggung Cerita Anak Indonesia Yo Yo Yo (CAIYO) “Da’I Cilik’ yang digelar hari ini menjadi saksi betapa besarnya potensi generasi masa depan bangsa. Bukan sekadar ajang adu bakat, kegiatan ini menjadi oase inspirasi yang memperlihatkan keberanian anak-anak usia dini dalam menyebarkan syiar kebaikan.
Gemas dan Berkarisma
Sejak pagi, aula dipenuhi oleh peserta dengan kostum yang beragam—mulai dari jubah kecil, baju koko warna-warni, hingga gaun muslimah yang anggun.
Tidak sedikit penonton yang dibuat gemas oleh tingkah laku para peserta. Ada yang naik ke panggung dengan langkah malu-malu, ada yang sempat terdiam karena lupa teks, namun ada pula yang sangat ekspresif hingga mengundang tawa dan tepuk tangan meriah.
Mencetak Generasi Beradab
Adib, selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta yang membuka acara menyampaikan bahwa Lomba Dai Cilik ini adalah bagian dari upaya Madrasah dalam membentuk karakter Akhlakul Karimah. Di tengah gempuran dunia digital, kemampuan anak untuk berbicara di depan umum dengan membawa nilai-nilai agama adalah aset yang sangat berharga.
"Tujuannya bukan sekadar juara, tapi bagaimana anak-anak kita berani di depan publik dan tak takut syiar. Mereka adalah wajah masa depan Islam yang ramah dan menyejukkan," ujarnya.
Di tengah gempuran konten digital yang kurang mendidik, lomba ini diharapkan menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak Madrasah untuk mengekspresikan diri secara kreatif namun tetap berada dalam koridor syariat, serta diharapkan menjadi "kawah candradimuka" untuk menemukan bibit-bibit unggul pendakwah.
Selain itu, untuk berdakwah, seorang anak harus membaca, menghafal ayat, dan memahami cerita. Hal ini diharapkan memicu semangat literasi sejak dini, di mana anak terbiasa mencari referensi dan menyusun ide secara sistematis dalam sebuah naskah pidato.
Pesan dari Hati yang Polos
Para siswa Madrasah ini membawa materi yang sangat menyentuh. Mereka tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Ada yang bicara tentang pentingnya menjaga lingkungan dari sampah plastik, hingga ajakan untuk saling menyayangi antar teman di lingkungan Madrasah.
"Mereka menyampaikan pesan tanpa menggurui, namun lewat kepolosan yang justru langsung masuk ke hati penonton." ujar Adib.
Lomba ini membuktikan bahwa dakwah tidak selalu harus kaku. Lewat kepolosan dan gaya yang menggemaskan, pesan-pesan agama justru terasa lebih ringan dan mudah diterima. Penampilan para Siswa Madrasah ini memberikan optimisme bahwa masa depan syiar Islam akan berada di tangan generasi yang cerdas, santun, dan percaya diri.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan RTV dan TVRI dan dibagi 3 wilayah yang berbeda. Hari ini berlangsung di MIN 4 Jakarta Selatan dari Peserta wilayah Jakarta Barat dan Selatan terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta. Selain itu, kegiatan ini nantinya akan digelar pada wilayah lain seperti; pada 13 Januari 2026 untuk wilayah Jakarta Timur, dan 14 Januari 2026 untuk wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara.
Turut hadir dan membersamai pada kegiatan hari ini, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Para Kepala Madrasah Madrasah Ibtidaiyah Se-DKI Jakarta dan tentunya Para Orangtua yang datang mensupport putra-putri kebanggaannya.