Jakarta (Humas Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara) — Penyuluh Agama Islam PPPK Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Jumaadin, menyampaikan pentingnya keikhlasan niat dan kesiapan dalam menjalankan ibadah haji pada kegiatan Walimah Safar Haji yang digelar di Masjid Al-Ma'muriyah, Ahad (10/5/2026).
Kegiatan walimah safar tersebut dihadiri keluarga, tokoh masyarakat, dan calon jamaah haji asal Pulau Pramuka yang akan berangkat menuju Tanah Suci pada 17 Mei 2026 mendatang. Dalam tausiahnya, Jumaadin menekankan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan lahir dan batin.
Ia menyampaikan empat hal penting yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji, yaitu niat, perjuangan, rintangan, dan kemabruran haji. Menurutnya, niat yang ikhlas menjadi dasar utama agar ibadah haji diterima oleh Allah SWT.
“Alhamdulillah, walimah safar adalah sebuah ekspresi rasa syukur kepada Allah karena ditetapkan berhaji ke Tanah Suci,” ujar Jumaadin.
Ia menjelaskan bahwa ibadah haji harus diniatkan secara tulus semata-mata karena Allah SWT. Keikhlasan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu ikhtiar untuk memperoleh haji yang mabrur.
“Niat ikhlas karena Allah ending-nya adalah memperoleh haji yang mabrur, yaitu haji yang diterima Allah,” katanya.
Selain niat, Jumaadin juga mengingatkan pentingnya perjuangan dan kesiapan dalam menjalankan ibadah haji. Persiapan tersebut mencakup kesehatan jasmani dan rohani serta kesiapan materi sebagai bagian dari ikhtiar menuju ridha Allah SWT.
“Persiapan mencakup kesehatan jasmani dan rohani yang didukung materi yang cukup untuk berhaji. Ini adalah perjuangan yang besar,” ungkapnya.
Menurut Penyuluh Agama Kecamatan Kelapa Gading tersebut, tantangan dalam berhaji tidak hanya berkaitan dengan biaya, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan kesempatan untuk dapat berangkat ke Tanah Suci.
Pada kegiatan itu, Jumaadin hadir bersama M. Ismatullah untuk memberikan pembinaan kepada calon jamaah haji Tajeni bin Jamaludin bersama Fatimah binti Muhammad Thalib serta Saiman bin Abdul Majid bersama Marwati binti Saterin.
Dalam tausiahnya, Ismatullah menyampaikan bahwa walimah safar merupakan bagian dari adab dan tradisi baik dalam Islam sebelum seseorang berangkat menunaikan ibadah haji.
“Walimah safar merupakan bentuk adab calon jamaah untuk berpamitan kepada keluarga dan masyarakat sebelum berangkat menuju Tanah Suci serta memohon doa agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan keagamaan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara terus berupaya memberikan penguatan pemahaman manasik dan spiritual kepada calon jamaah haji agar mampu menjalankan ibadah secara baik, tertib, dan meraih predikat haji mabrur.