Berita
Rakerwil DMI 2026

Sinergi DMI dan Pemprov DKI, Mampukah Perkuat Peran Masjid di Tengah Tantangan 2026?

Kamis, 9 April 2026
Dibaca 200 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag DKI Jakarta) --- Penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat terus menjadi perhatian serius. Hal ini tercermin dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib.

 

Kehadiran Kakanwil Kemenag DKI Jakarta tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasjidan di Jakarta.

 

Rakerwil ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Kepala Biro Dikmental Setda DKI Jakarta Fajar Eko Satrio, Sekretaris Jenderal PP DMI H. Rahmat Hidayat, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta H. Muhyiddin Ishak, Ketua Baznas DKI Jakarta H. Ahmad Abu Bakar, serta Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta KH. Auza’i Mahfudz.

 

Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, Kiai Mamun Alayubi, menegaskan bahwa Rakerwil ini menjadi momentum strategis untuk menyusun program kerja tahun 2027 sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan program tahun 2026.

 

“Rakerwil ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi langkah penting dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Kiai Mamun.

 

Ia juga menegaskan komitmennya dalam mengabdi di DMI selama lebih dari empat dekade. Menurutnya, memakmurkan masjid merupakan bagian dari menjaga rumah Allah di bumi.

 

“Kami telah mengabdi di DMI selama 40 tahun. Bagi kami, memakmurkan masjid adalah bentuk tanggung jawab dalam menjaga rumah Allah,” imbuhnya.

 

Kiai Mamun turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap para penggiat masjid. Berbagai program dinilai telah memberikan dampak nyata, mulai dari insentif bagi imam, marbot, guru ngaji, hingga fasilitas transportasi gratis melalui layanan TransJakarta dan JakLingko.

 

“Kami mengajak seluruh jajaran DMI untuk menjadi teladan, termasuk dalam menggunakan transportasi umum sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah,” tegasnya.

 

Sementara itu, mewakili Gubernur DKI Jakarta, Kepala Biro Dikmental Fajar Eko Satrio menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara pemerintah dan lembaga keagamaan.

 

“Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di DKI Jakarta,” ujar Fajar.

 

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian besar terhadap sektor keagamaan. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program bantuan, termasuk insentif bagi tenaga keagamaan dan dukungan operasional rumah ibadah.

 

“Alhamdulillah, setelah Idulfitri seluruh proses penyaluran insentif berjalan dengan baik. Bahkan, pada akhir 2025, DKI Jakarta meraih penghargaan Harmoni Umat Terbaik se-Indonesia,” ungkapnya.

 

Meski menghadapi kebijakan efisiensi anggaran pada 2026 sebagai dampak kebijakan pemerintah pusat, Fajar memastikan komitmen Pemprov DKI Jakarta tidak akan surut.

 

“Efisiensi anggaran tidak mengurangi komitmen kami dalam mendukung pelayanan keagamaan. Justru, kami terus berupaya menghadirkan program yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

 

Ia juga mengungkapkan sejumlah program baru pada 2026, di antaranya pembinaan berbasis zonasi masjid dan penguatan kegiatan keagamaan di masyarakat.

 

“Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus terus dijaga dan ditingkatkan demi memperkuat kehidupan keumatan di DKI Jakarta,” pungkas Fajar.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor