Berita

Sekjen Kemenag Launching Gerakan Jakarta Berwakaf, Ajak ASN Jadi Pelopor Wakaf Uang

Senin, 9 Maret 2026
Dibaca 1,232 kali
blog

Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta yang dirangkaikan dengan Launching Gerakan Jakarta Berwakaf. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Raudatul Jannah Kanwil Kemenag DKI Jakarta, pada Senin (9/3/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri para pimpinan satuan kerja, pejabat struktural, kepala madrasah, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta perwakilan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Nasruddin, turut hadir sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dan koordinasi dengan jajaran Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

 

Dalam arahannya, Kamaruddin Amin menekankan pentingnya penguatan gerakan wakaf, khususnya wakaf uang, sebagai instrumen pemberdayaan umat dan penguatan ekonomi masyarakat.

 

Ia menyampaikan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar, namun hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan penelitian bersama sejumlah lembaga terkait, potensi wakaf uang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp180 triliun setiap tahun, sementara realisasi yang terhimpun baru sekitar Rp3 triliun.

 

“Potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar. Jika dikelola secara optimal dan melibatkan partisipasi masyarakat luas, wakaf dapat menjadi kekuatan ekonomi umat yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia juga memiliki aset wakaf yang sangat besar, dengan sekitar 500 ribu titik tanah wakaf yang tersebar di berbagai daerah. Tanah wakaf tersebut telah menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan, lembaga sosial, serta berbagai kegiatan keagamaan di Indonesia.

 

Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang wakaf perlu terus diperluas. Selama ini banyak yang menganggap wakaf hanya berupa tanah atau bangunan, padahal wakaf uang dapat dilakukan dengan nominal yang sangat terjangkau.

 

“Wakaf tidak harus menunggu kaya. Dengan Rp10.000 atau Rp100.000 pun kita sudah bisa ikut berwakaf dan menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa semangat berbagi masyarakat Indonesia patut diapresiasi. Bahkan Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara paling dermawan di dunia, dengan pertumbuhan wakaf aset yang mencapai sekitar 6–7 persen setiap tahun.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin Amin juga mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menjadi pelopor dalam menggerakkan wakaf di tengah masyarakat.

 

“Bayangkan jika setiap ASN menyisihkan Rp100.000 atau Rp200.000 dalam setahun untuk wakaf. Jika dilakukan bersama-sama, dana yang terkumpul akan sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

 

Ia juga menegaskan bahwa wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu mengurangi kemiskinan di Indonesia. Saat ini jumlah penduduk miskin di Indonesia masih sekitar 24 juta orang, dengan sekitar 4 juta di antaranya tergolong miskin ekstrem.

 

“Manusia terbaik adalah mereka yang paling besar manfaatnya bagi orang lain. Karena itu, kualitas keberagamaan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritualnya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada sesama,” tegasnya.

 

Selain memberikan pembinaan kepada para ASN, Kamaruddin Amin juga meresmikan Gerakan Jakarta Berwakaf sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi wakaf di tengah masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendorong partisipasi umat dalam mengembangkan wakaf produktif yang memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan yang dimiliki oleh para aparatur negara merupakan amanah yang harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

 

“Jabatan adalah amanah. Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama semakin memperkuat integritas, meningkatkan profesionalitas, serta terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas bagi masyarakat.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor