Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Penyuluh Agama Buddha Kankemenag Kota Jakarta Utara Wahyono menghadiri kegiatan Penuangan Eco Enzhyme di Kali Sentiong - Sunter Jakarta Pusat baru-baru ini. Kegiatan dilakukan dalam rangka menyongsong Hari Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026. Senin, (11/5/2026).
Wahyono hadir bersama para pemangku kepentingan di wilayah Jakarta Utara dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan implementasi program Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era.
Dalan kegiatan, Wahyono yang hadir bersama Penyelenggara Buddha, Mugiyanto menuangkan cairan hasil fermentasi limbah organik [eco enzhyme] di atas aliran sungai yang dikenal masyarakat dengan sebutan Kali Item itu untuk menjernihkan air sungai, menetralisir aroma yang tidak sedap dan pemulihan ekosistem.
"Berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran umat Buddha dan masyarakat luas akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan," kata Wahyono kepada tim Humas.
Diungkapkan Wahyono, kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era yaitu rangkaian kegiatan spiritual dan sosial yang diselenggarakan oleh umat Buddha di Indonesia untuk menyambut perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak.
"Ini adalah bukti nyata kepedulian pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan Eco Enzyhme untuk mendukung gerakan hidup ramah lingkungan secara berkelanjutan," terang Wahyono.
Ia menjelaskan, Eco enzyme adalah cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik (kulit buah/sayur), gula, dan air yang bermanfaat sebagai pembersih alami, pupuk organik, pestisida alami, dan pengurai bau/limbah. Cairan ini ramah lingkungan, ekonomis, dan membantu mengurangi sampah rumah tangga secara signifikan.
Lanjut Wahyono, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Wandani (Wanita Theravada Indonesia) bersama Panitia Gema Waisak Nasional, Kementerian Agama (Ditjen Bimas Buddha), dan komunitas Eco Enzyme Indonesia Bersatu (EEIB).
"Dengan semangat Waisak, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, harmonis serta memperkuat kebersamaan umat dalam menebarkan manfaat bagi masyarakat dan alam," pungkasnya.