Berita

Penyuluh Agama Jakarta Utara Ajak Jemaah Memadukan Ilmu dan Iman melalui Tadabbur Surah Al-'Alaq

Selasa, 7 Juli 2026
Dibaca 45 kali
blog

Penyuluh Agama Islam

Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) – Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Agus Ariyanto, mengajak masyarakat menjadikan ilmu pengetahuan dan keimanan sebagai fondasi kehidupan melalui kajian tafsir dan tadabbur Surah Al-'Alaq ayat 1–5 di Masjid Al-Jihad, Kelapa Gading, Ahad (5/7/2026). Kegiatan ba'da Subuh yang diselenggarakan dua kali setiap bulan ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan untuk meningkatkan pemahaman Al-Qur'an di tengah masyarakat.

 

Dalam kajiannya, Agus menjelaskan bahwa lima ayat pertama Surah Al-'Alaq merupakan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW saat berada di Gua Hira pada usia 40 tahun. Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan mendasar tentang pentingnya membangun kehidupan yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan keimanan.

 

"Tafsir ayat dari kata 'Iqra'' (bacalah) bermakna pentingnya ilmu, sedangkan frasa 'Bismi Rabbika' mengajarkan pentingnya keimanan," jelas Agus.

 

Ia menyampaikan bahwa materi kajian disusun berdasarkan rujukan dari berbagai kitab tafsir karya ulama muktabar, di antaranya Zadul Masir fi 'Ilmi at-Tafsir karya Imam Ibnul Jauzi, Al-Jami' li Ahkamil Qur'an karya Imam Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim karya Imam Ibnu Katsir, Ruhul Ma'ani karya Imam Al-Alusi, serta Mafatih al-Ghaib karya Imam Fakhruddin Ar-Razi.

 

Menurut Agus, ilmu tanpa iman akan kehilangan arah, sedangkan iman tanpa ilmu tidak akan berkembang secara optimal. Karena itu, keduanya harus berjalan beriringan agar mampu membentuk pribadi muslim yang berintegritas serta memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

"Ilmu dan iman sangat diperlukan untuk hidup secara baik dan benar serta membentuk pribadi muslim yang berintegritas, yaitu selaras antara ucapan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

 

Pada akhir kajian, Agus mengajak jemaah untuk terus meningkatkan semangat membaca, mempelajari, dan mentadabburi Al-Qur'an. Menurutnya, memahami Al-Qur'an tidak cukup hanya mengetahui arti ayat, tetapi juga mendalami kandungan maknanya melalui bimbingan para ulama.

 

"Mari bersama-sama membangun generasi bangsa yang berlandaskan iman dan ilmu pengetahuan," pungkasnya.

 

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, Kementerian Agama terus berupaya memperkuat literasi Al-Qur'an, menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, serta membangun masyarakat yang berkarakter, berintegritas, dan berwawasan keilmuan.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor