Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Aula Kankemenag Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026). Rapim kedua tersebut membahas program strategis serta penguatan performa kinerja tahun 2026.
Rapat pimpinan diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta, Kepala Bagian Tata Usaha, serta seluruh unsur pimpinan di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang evaluasi dan penyelarasan kebijakan guna meningkatkan kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Mawardi menyampaikan sejumlah capaian kinerja Kankemenag Kota Jakarta Utara sepanjang tahun 2025. Ia mengungkapkan bahwa Jakarta Utara mencatatkan prestasi nasional dalam layanan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Bahkan di awal tahun, kita berada di peringkat teratas dari 20 kota dan kabupaten dengan jumlah produk UMKM bersertifikat halal terbanyak se-Indonesia,” ujar Mawardi.
Selain capaian positif, Mawardi juga menyampaikan secara terbuka sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian, di antaranya proses pembayaran gaji di beberapa madrasah negeri serta kendala honor petugas kebersihan dan keamanan di kantor urusan agama. Ia menilai keterbukaan tersebut penting untuk mendapatkan masukan konstruktif demi perbaikan layanan.
Mawardi menjelaskan secara tidak langsung bahwa penyampaian tantangan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kankemenag Jakarta Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola kelembagaan.
Dalam kesempatan yang sama, Mawardi menegaskan komitmen Kankemenag Jakarta Utara untuk mengintegrasikan semangat ekoteologi sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Agama. Ia mendorong lembaga keagamaan dan rumah ibadah agar menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan.
“Ini adalah tanggung jawab moral kita untuk menjaga lingkungan agar selaras dengan ajaran agama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengarahkan rapat agar fokus pada isu-isu krusial, seperti penyesuaian anggaran awal tahun dan pengelolaan rumah ibadah. Ia menekankan pentingnya peningkatan profesionalitas pengelola masjid, khususnya imam dan khotib, agar kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat semakin baik.
Adib menyampaikan secara langsung perlunya kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia sebagai bagian dari penguatan standar kompetensi pengelola masjid, terutama bagi masjid yang menerima bantuan operasional.
“Mungkin dengan mengadakan kerja sama dengan DMI sebagai konsekuensi masjid menerima bantuan operasional, maka imam dan khotibnya dapat dipastikan terstandar dengan baik,” ujarnya.
Rapat pimpinan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarunit kerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, sehingga program-program tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.