Jakarta (Humas PAKIS DKI) — Direktur Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. Basnang Sa’id, didampingi Kepala Subdirektorat Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Dr. Endi Suhendi, melaksanakan monitoring langsung pelaksanaan Imtihan Wathani Pendidikan Diniyah Formal (PDF) jenjang Wustha di PDF Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Senin (12/1/2026).
Kegiatan monitoring tersebut turut disertai oleh Proktor UAN PDFBN/Imtihan Wathani Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, serta Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Kota Jakarta Timur, Silvia Hanim.
Dr. Basnang Said menjelaskan bahwa Imtihan Wathani merupakan ujian nasional bagi Pendidikan Diniyah Formal yang bertujuan untuk mengevaluasi keseluruhan proses pembelajaran yang telah ditempuh santri selama tiga tahun.
“Imtihan Wathani ini bagian dari evaluasi seluruh proses pembelajaran. Dari sini dapat dilihat sejauh mana materi yang diberikan oleh para kiai, ustadz, dan ustadzah benar-benar dipahami oleh santri,” ujarnya.
Lanjutnya, Ia menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pelaksanaan ujian berjalan dengan baik. Santri dinilai mampu memahami soal-soal yang disusun oleh tim penulis soal.
“Alhamdulillah, ketika ditanya langsung, anak-anak bisa menjawab dan memahami soal. Ini menunjukkan proses pembelajaran berjalan dengan baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Direktur Pesantren Kemenag RI juga berpesan agar santri PDF Wustha melanjutkan pendidikan ke jenjang Ulya di pesantren yang sama, guna menjaga kesinambungan pembelajaran kitab kuning. Ia menegaskan bahwa lulusan Pendidikan Diniyah Formal memiliki hak dan peluang yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjamin lulusan PDF dapat melanjutkan studi ke mana saja, baik ke SMA, madrasah, maupun perguruan tinggi. Tidak ada lagi dikotomi, negara hadir memberikan kesempatan yang luas,” tegasnya.
Sekedar informasi, Pelaksanaan Imtihan Wathani jenjang Wustha di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Januari 2026 / 23–25 Rajab 1447 H. Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin merupakan satu-satunya lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di Provinsi DKI Jakarta yang mengikuti Imtihan Wathani.