Jakarta (Humas MAN 9) — MAN 9 Jakarta sukses melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja dan tata kelola madrasah, yang dihadiri langsung oleh dua asesor yang juga pengawas, yakni Artati Ismailia dan Idrus Alwi.
Kegiatan PKKM diawali dengan pemaparan Kepala Madrasah MAN 9 Jakarta mengenai profil madrasah, kondisi aktual, serta berbagai capaian kinerja yang telah diraih sepanjang tahun 2025. Paparan tersebut memberikan gambaran menyeluruh tentang upaya madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, pengelolaan kelembagaan, serta pengembangan program unggulan.
Dalam kesempatan tersebut, Artati, pengawas pembina menyampaikan arahan dan motivasi sebagai penguatan bagi seluruh unsur madrasah. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga tata kelola yang baik dan mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan. “Madrasah perlu terus berbenah dan berinovasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin dinamis,” ujarnya.
Tahapan selanjutnya adalah evaluasi setiap komponen penilaian yang dilakukan oleh Idrus Alwi. Evaluasi berlangsung secara komprehensif melalui telaah dokumen serta klarifikasi pelaksanaan program dengan para penanggung jawab. Sesi ini dihadiri oleh Kepala Madrasah. Wakil Kepala Madrasah dari berbagai bidang, perwakilan Komite Madrasah, guru, serta unsur pelaksana tata usaha.
Dalam penyampaiannya, Idrus menyoroti beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian dan peningkatan. “Pengelolaan dan penataan dokumen kurikulum perlu lebih sistematis, rencana kerja madrasah harus semakin adaptif terhadap tantangan yang tercermin dalam Rapor Pendidikan, serta prestasi Guru dan Tenaga Kependidikan perlu terus diperkuat,” jelasnya.
Meski demikian, tim penilai juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah program inovatif MAN 9 Jakarta yang dinilai berdampak positif. Di antaranya adalah pengembangan aplikasi JP3S (Jurnal Pembelajaran, Penghargaan, dan Pelanggaran Siswa) sebagai wujud digitalisasi layanan kesiswaan, serta program tasmi' yang berfokus pada penguatan hafalan Al-Qur’an murid. Menutup rangkaian PKKM, tim penilai menegaskan pentingnya peran kolektif seluruh warga madrasah. “Kinerja madrasah tidak hanya ditentukan oleh kepala madrasah, tetapi oleh kolaborasi dan sinergi seluruh elemen. Inilah kunci peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan,” pungkas Idrus.