Jakarta (Humas MIN 9) — Semangat sehat dan ceria terpancar dari para dokter kecil yang mengikuti kegiatan Pelatihan dan Pelantikan Dokter Kecil yang diselenggarakan oleh Puskesmas Pesanggrahan. Bertempat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Manunggal, Petukangan Selatan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada Rabu dan Kamis, 21–22 Januari 2026, sebagai langkah nyata membentuk generasi pelajar yang peduli kesehatan sejak dini.
Kegiatan ini diikuti oleh diikuti 110 dokter kecil (dokcil) se-Petukangan Selatan yang dari masing-masing sekolah mengirim perwakilan 10 dokcil dari SD/MI se-Kelurahan Petukangan Selatan. Diketahui, terdapat 11 SD di wilayah Petukangan Selatan sehingga kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyiapkan kader kesehatan sekolah yang mampu menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.
Pelatihan dan pelantikan dokter kecil ini bertujuan memberikan edukasi agar para dokcil mampu mengimplementasikan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sekaligus menjadi contoh positif bagi teman-temannya di sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, para narasumber memberikan pembekalan materi yang komprehensif dan aplikatif bagi dokter kecil, di antaranya: Pengetahuan seputar UKS, Dasar-dasar P3K, Gizi seimbang, Kesehatan mata dan telinga, Edukasi kesehatan gigi dan mulut, serta penggunaan gawai yang bijak.
Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Salah satu narasumber yang paling menarik perhatian peserta adalah dr. Citra, drg. Gigi, yang dikenal ramah, komunikatif, dan mampu menyampaikan materi dengan cara menyenangkan. Anak-anak pun terlihat sangat antusias mengikuti sesi beliau, bahkan banyak yang mengaku senang karena dr. Citra pintar dan cantik, sehingga suasana pelatihan menjadi semakin hidup dan berkesan.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Citra, drg. Gigi menyampaikan bahwa dokter kecil bukan hanya sekadar “nama”, namun memiliki peran penting di sekolah sebagai pengingat dan contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Dokter kecil itu keren, karena kalian bisa membantu teman-teman untuk hidup lebih sehat. Mulai dari hal sederhana seperti cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan diri, memilih makanan bergizi, sampai berani memberikan pertolongan pertama ketika ada teman yang membutuhkan,” ujarnya.
Koordinator Unit Kegiatas Sekolah (UKS), Fauziah, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa dokter kecil adalah bagian penting dalam membangun budaya sehat di sekolah.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena anak-anak menjadi lebih paham tentang kesehatan, kebersihan, dan kebiasaan baik. Dokter kecil diharapkan bisa menjadi contoh bagi teman-temannya, terutama dalam menerapkan PHBS di sekolah,” ungkap Fauziah.
Kegiatan ini juga menjadi momen membanggakan bagi Sofia Badzlin Indra, yang terpilih sebagai peserta terbaik dari MIN 9 Jakarta Selatan karena memperoleh nilai tertinggi diantara teman-teman MIN 9 dalam pelatihan dokter kecil tahun ini. Sofia mengaku senang karena mendapatkan banyak ilmu baru yang membuatnya semakin percaya diri untuk menjalankan peran sebagai dokcil.
“Aku senang sekali ikut pelatihan ini. Aku jadi tahu banyak hal tentang kesehatan, cara P3K, gizi seimbang, dan menjaga kebersihan. Aku mau jadi dokter kecil yang bisa membantu teman-teman supaya selalu sehat, dan tidak menyangka jika mempeorleh nilai tertinggi di pelatihan ini” kata Sofia.
Melalui kegiatan pelatihan dan pelantikan ini, Puskesmas Pesanggrahan berharap dokter kecil yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi kader kesehatan madrasah yang aktif, sigap, dan inspiratif. Dengan adanya dokter kecil, penerapan PHBS di sekolah atau madrasah masing-masing diharapkan semakin kuat, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, nyaman, dan menyenangkan bagi semua.(NS)