Berita

Pesan Menteri Agama RI Dalam Hening Nusantara 2026

Kamis, 21 Mei 2026
Dibaca 391 kali
blog

Menteri Agama

Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Dalam rangka memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era, umat Buddha dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Hening Nusantara secara serentak belum lama ini. Kamis, [21/5/2026].

 

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini digelar secara hybrid dari Auditorium H.M. Rasjidi dan diikuti oleh seluruh umat Buddha di 34 Provinsi di Indonesia. Hadir membersamai kegiatan, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

 

Pesan Menteri Agama dalam gerakan refleksi nasional Hening Nusantara 2026 adalah pentingnya menjadikan keheningan sebagai ruang sakral untuk mendengarkan suara batin, menata pikiran, serta merawat benih kebijaksanaan dan kasih sayang di tengah bisingnya kehidupan modern demi terciptanya kedamaian dan toleransi.

 

"Bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang refleksi, keteduhan, dan kebijaksanaan. Perdamaian dunia selalu dimulai dari ketenangan dalam diri manusia "kata Menag dalam sambutan.

 

Dalam pesan yang disiarkan serentak secara nasional pada 20 Mei 2026 tersebut, Menag menekankan makna mendalam dari keheningan. Bahwa keheningan adalah jeda sejenak dari riuhnya rutinitas untuk meredakan kegaduhan.

 

"Di dalam keheningan, manusia dapat merenung untuk menata kembali pikiran yang kusut," terang Nasaruddin.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menjelaskan bahwa Hening Nusantara Serentak merupakan salah satu giat keagamaan dan sosial pada pogram Vesakha Sānanda.

 

Hening Nusantara adalah gerakan doa dan meditasi bersama secara serentak yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bagi umat Buddha di seluruh Indonesia untuk menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 B.E. / 2026.

 

Selain itu, kegiatan yang diikuti ratusan umat Buddha se-DKI Jakarta ini pun sarat dengan pesan perdamaian, meningkatkan kesadaran kolektif, moderasi beragama, serta memperkuat kerukunan bangsa di tengah keberagaman.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor