Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Selepas salat Shubuh berjamaah, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Tatang ZM, didampingi Kasi Bimas Islam Kabupaten Kepulauan Seribu, Achmad Mastur, menyampaikan tausiah Kuliah Shubuh di Masjid Agung Al Makmuriyah, Pulau Pramuka, pada Kamis (22/1/2026).
Dalam tausiahnya, Tatang ZM menekankan tiga prinsip utama dalam beribadah yang harus menjadi pegangan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga prinsip tersebut yakni menjaga salat sebagai ibadah utama, istiqomah dalam beribadah, serta meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
“Salat adalah tiang agama. Jika salat kita baik, maka ibadah yang lain pun akan ikut baik. Karena itu, salat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun,” ujar Tatang di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya istiqomah dalam menjalankan ibadah, meskipun dilakukan secara sederhana namun konsisten.
“Allah lebih mencintai amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit. Istiqomah inilah yang menjaga iman kita tetap hidup,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tatang mengajak jamaah untuk selalu meluruskan niat dalam setiap amal ibadah agar bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
“Luruskan niat kita. Jangan beribadah karena manusia, jabatan, atau pujian, tetapi niatkan sepenuhnya karena Allah. Niat yang benar akan melahirkan keikhlasan,” tuturnya.
Menutup tausiahnya, Tatang menegaskan agar umat Islam tidak menunggu sempurna untuk melaksanakan salat, karena pada hakikatnya tidak ada manusia yang mampu beribadah secara sempurna.
“Dalam salat itu pasti ada kekurangan. Bacaan tidak mungkin sempurna, kekhusyukan juga tidak ada yang benar-benar sempurna, begitu pula gerakan bisa saja kurang tepat,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Tatang, Rasulullah SAW selaku teladan umat Islam memberikan bimbingan kepada umatnya terkait amalan sebagai penyempurna salat, di antaranya dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan wirid dan zikir setelah salat. Pada kesempatan tersebut, Tatang juga memberikan contoh bacaan serta amalan sederhana yang dapat diamalkan secara istiqomah dan diyakini mampu mendatangkan manfaat bagi kehidupan spiritual jamaah.
“Amalan setelah salat tidak harus panjang atau berat. Yang terpenting adalah dilakukan dengan istiqomah dan penuh keikhlasan. Zikir dan wirid inilah yang menjadi penyempurna salat sekaligus penguat iman dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kepulauan Seribu, Achmad Mastur, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan Kuliah Shubuh tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat.
“Kuliah Shubuh seperti ini sangat efektif untuk membangun kesadaran spiritual umat, sekaligus mempererat ukhuwah antara masyarakat dan para penyuluh agama,” ungkapnya.
Kegiatan Kuliah Shubuh berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus Masjid Agung Al Makmuriyah yang antusias mengikuti tausiah hingga selesai.