Jakarta (Humas KanKemenag Jakarta Utara) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Priok, Nur Ali, mengajak umat Islam untuk meningkatkan kepedulian dan kasih sayang kepada anak yatim, khususnya pada bulan Muharram. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pengajian di Majelis Ta'lim Guru Salmaa Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Dalam tausiahnya, Nur Ali menjelaskan bahwa mengusap kepala anak yatim merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi simbol kasih sayang dan perhatian, amalan tersebut juga memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.
Ia mengutip keterangan dalam kitab Risalatul Mu'awanah karya Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yang menjelaskan pentingnya menunjukkan kasih sayang kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang bernilai ibadah.
“Kita dianjurkan untuk memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim sembari mengusap kepalanya,” ujar Nur Ali.
Menurutnya, ajaran tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang menganjurkan umat Islam untuk menyayangi anak yatim. Bahkan, setiap helai rambut yang terkena usapan tangan dengan niat karena Allah SWT akan mendatangkan pahala dan kebaikan yang berlipat ganda.
Nur Ali juga menyampaikan bahwa menyantuni dan menyayangi anak yatim merupakan salah satu amalan yang dapat mendekatkan seseorang dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak. Nilai-nilai kepedulian sosial tersebut menjadi bagian penting dari ajaran Islam yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Janji kedekatan dengan Rasulullah SAW diberikan kepada orang-orang yang menyayangi anak yatim. Amalan ini tidak hanya dianjurkan pada bulan Muharram, tetapi juga sepanjang waktu sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk berupaya membahagiakan hati sesama mukmin sesuai kemampuan masing-masing selama tidak bertentangan dengan syariat. Karena itu, kepedulian terhadap anak yatim dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk perhatian, bantuan, maupun dukungan moral yang tulus.
Momentum bulan Muharram, lanjutnya, menjadi kesempatan yang baik bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebajikan, termasuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Di bulan Muharram ini, mari kita berupaya menyenangkan hati anak-anak yatim dengan ikhlas karena Allah SWT. Semoga menjadi amalan terbaik yang membawa keberkahan bagi kehidupan kita,” ajaknya.