Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengajak Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Kanwil Kemenag DKI Jakarta memanfaatkan kegiatan audiensi Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) di MAN 4 Jakarta Selatan sebagai momentum memperkuat persiapan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Menurutnya, pengalaman MAN 4 Jakarta Selatan yang telah meraih predikat WBK menjadi referensi penting untuk memperkuat implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.
Ajakan tersebut disampaikan Adib saat memberikan arahan kepada Tim Pembangunan Zona Integritas Kanwil Kemenag DKI Jakarta di MAN 4 Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026). Ia mengapresiasi sambutan dan kesempatan yang diberikan MAN 4 Jakarta Selatan sebagai satuan kerja yang telah berhasil meraih predikat WBK sehingga dapat menjadi tempat belajar bagi Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
“Kami bersyukur dapat hadir di MAN 4 Jakarta Selatan untuk belajar menuju WBK. Terima kasih kepada Kepala MAN 4 Jakarta Selatan beserta seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pembangunan Zona Integritas,” ujar Adib.
Adib mengatakan, MAN 4 Jakarta Selatan selama ini menjadi tujuan studi tiru berbagai satuan kerja dari sejumlah daerah. Karena itu, Kanwil Kemenag DKI Jakarta ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengadopsi strategi dan inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan.
“Banyak satuan kerja dari berbagai daerah datang belajar ke MAN 4 Jakarta Selatan. Kami juga ingin memperoleh pembelajaran yang sama agar dapat diterapkan di Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta,” katanya.
Menurut Adib, upaya meraih predikat WBK di tingkat Kantor Wilayah memiliki tantangan yang lebih kompleks karena ruang lingkup layanan dan penilaiannya mencakup seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. Namun demikian, keberhasilan Kanwil meraih WBK diyakini akan menjadi penguat bagi satuan kerja di bawahnya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas.
“Kalau Kanwil mampu meraih WBK, tentu akan menjadi motivasi sekaligus memberikan kemudahan bagi satuan kerja lainnya untuk mengikuti jejak yang sama,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh anggota tim harus memanfaatkan kegiatan audiensi ini untuk menggali secara mendalam berbagai strategi pada enam area perubahan pembangunan Zona Integritas. Menurutnya, masih tersedia waktu hingga penyampaian PMPZI pada Desember 2026 sehingga setiap area perubahan harus terus dipantau, dievaluasi, dan diperkuat.
“Saya berharap di setiap area perubahan kita benar-benar belajar secara detail mengenai apa saja yang perlu diperbaiki di tingkat Kanwil. Progresnya harus terus dimonitor dan dikoordinasikan,” katanya.
Adib menargetkan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dapat meraih predikat WBK pada 2027. Ia optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui semangat, komitmen, dan kolaborasi seluruh tim.
“Tahun 2027 saya berharap Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dapat meraih predikat WBK. Saya yakin target itu dapat dicapai dengan optimisme, kerja sama, dan komitmen seluruh tim,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Adib juga mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat instan. Seluruh program, inovasi, dan perbaikan layanan harus dibangun melalui proses yang terencana, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga dokumentasi yang baik sebagai eviden penilaian.
“Semua harus dilakukan melalui proses yang baik, step by step. Setiap kegiatan dipersiapkan, dilaksanakan, dievaluasi, dan didokumentasikan dengan baik sehingga menjadi eviden yang kuat dalam pembangunan Zona Integritas,” pungkasnya.