Berita

Pengecoran Rupang Buddha Nusantara Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Umat

Senin, 22 Juni 2026
Dibaca 497 kali
blog

Pengecoran Rupang Buddha Nusantara

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mugiyanto, menghadiri prosesi pengecoran Rupang Buddha Nusantara yang berlangsung di Vihara Dhammacakka Jaya, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 umat Buddha dari berbagai wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual, melestarikan ajaran Buddha, serta mempererat kebersamaan umat.

 

Dalam kegiatan tersebut, para umat menyaksikan proses pengecoran bagian kepala Rupang Buddha Nusantara. Mugiyanto menjelaskan bahwa pembangunan Rupang Buddha Nusantara dilakukan secara kolaboratif di enam provinsi di Indonesia, dengan masing-masing daerah mendapat amanah untuk mengerjakan bagian tertentu dari rupang tersebut.

 

“Rupang Buddha ini dicetak di enam provinsi di Indonesia. Mulai dari bagian alas, badan, hingga bagian lainnya. Jakarta mendapat kepercayaan untuk mencetak bagian kepala Buddha,” ujar Mugiyanto.

 

Menurutnya, pembangunan Rupang Buddha Nusantara tidak sekadar menghadirkan sebuah monumen, tetapi juga memiliki nilai religius dan edukatif yang mendalam. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen umat Buddha dalam melestarikan Buddha Dhamma sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.

 

Ia menambahkan, pengecoran rupang merupakan sarana untuk memperkuat keyakinan umat terhadap ajaran Buddha, sekaligus mengingatkan pentingnya meningkatkan saddha dan bhakti dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Melalui pengecoran rupang ini diharapkan tumbuh keyakinan yang semakin kuat terhadap ajaran Buddha, sehingga agama Buddha dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat di Nusantara,” katanya.

 

Mugiyanto juga menegaskan bahwa rupang Buddha memiliki fungsi sebagai objek penghormatan dan media fokus meditasi dalam praktik keagamaan umat Buddha. Selain itu, proses pembuatannya menjadi sarana edukasi spiritual yang memberikan pemahaman kepada umat mengenai makna simbolik dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Buddha.

 

“Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan umat sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai proses pembuatan rupang, mulai dari tahap awal hingga penyelesaiannya,” ujarnya.

 

Prosesi pengecoran Rupang Buddha Nusantara turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemuka agama Buddha, di antaranya jajaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Pembimas Buddha, anggota legislatif, serta delegasi dari beberapa negara sahabat seperti India, Thailand, dan Sri Lanka.

 

Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan, pelestarian nilai-nilai keagamaan, dan penguatan moderasi beragama terus ditumbuhkan sebagai bagian dari kontribusi umat Buddha dalam menjaga harmoni dan kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor