Berita
acedese

Panen Hidroponik Perkuat Ekoteologi di MIN 12 Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026
Dibaca 98 kali
blog

Ekoteologi dan Adiwiyata

Jakarta (Humas MIN 12 Jakarta) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri 12 Jakarta berhasil melaksanakan panen perdana sayuran pakcoy hidroponik sebagai implementasi program Madrasah Adiwiyata berbasis ekoteologi. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan nilai-nilai keagamaan untuk membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.

 

Panen perdana tersebut merupakan hasil dari rangkaian kegiatan sosialisasi dan praktik budidaya pakcoy menggunakan sistem hidroponik yang sebelumnya dilaksanakan bekerja sama dengan RPTRA Berseri Cibubur. Melalui program ini, guru dan siswa dikenalkan pada konsep pertanian modern yang ramah lingkungan sekaligus menguatkan pemahaman tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.

 

Kepala MIN 12 Jakarta, Hairunnisa, menyampaikan bahwa keberhasilan panen menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat berjalan selaras dengan penguatan karakter keagamaan. Menurutnya, menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan yang perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik.

 

“Panen hari ini adalah buah dari kesabaran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam merawat alam. Ini merupakan implementasi nyata ekoteologi, di mana kita menanam dengan penuh kepedulian dan memetik hasilnya dengan rasa syukur. Kebun hidroponik ini telah menjadi laboratorium hijau yang mendukung pembelajaran di MIN 12 Jakarta,” ujar Hairunnisa.

 

Sebelumnya, para guru mendapatkan pendampingan langsung dari Tim Pengelola RPTRA Berseri Cibubur dalam menerapkan teknik hidroponik sistem sumbu (wick system). Metode ini dinilai efektif untuk lahan terbatas serta mengedepankan prinsip pemanfaatan sumber daya secara bijaksana dan berkelanjutan.

 

Dalam praktik budidaya, peserta diajarkan tahapan penyemaian benih pakcoy menggunakan media rockwool, pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi alami, pemindahan bibit ke instalasi hidroponik, hingga pemberian nutrisi yang mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Seluruh proses tersebut menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

 

Perwakilan RPTRA Berseri Cibubur, Ardi, menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya hidroponik sangat bergantung pada kedisiplinan dalam pemeliharaan, terutama dalam memastikan ketersediaan air dan nutrisi bagi tanaman.

 

“Hidroponik merupakan metode bercocok tanam yang bersih dan efisien. Kunci keberhasilannya adalah rutin memeriksa ketersediaan nutrisi serta memastikan tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup agar tumbuh sehat dan siap dipanen,” jelasnya.

 

Keberhasilan panen pakcoy ini disambut antusias oleh seluruh warga madrasah. Sayuran yang dihasilkan tumbuh subur dengan daun lebar dan akar yang sehat, menunjukkan hasil perawatan yang dilakukan secara konsisten selama masa tanam.

 

Ke depan, kebun hidroponik MIN 12 Jakarta akan terus dikembangkan sebagai Laboratorium Alam Berbasis Ekoteologi. Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian modern, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.

 

Melalui penguatan program Adiwiyata yang berlandaskan nilai-nilai ekoteologi, MIN 12 Jakarta terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang hijau, sehat, dan berkarakter, sekaligus mendukung terwujudnya madrasah yang unggul dalam prestasi, peduli lingkungan, dan berakhlak mulia. (Humas)

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor