Jakarta (Humas MTsN 7 Jakarta) — MTsN 7 Jakarta kembali mengharumkan nama madrasah dan Indonesia di kancah internasional dengan meraih dua Gold Medal pada ajang Bali International Science Fair (BISF) 2026 kategori Innovation Science. Prestasi tersebut diraih melalui dua karya penelitian inovatif yang dikembangkan oleh peserta didik dan berhasil bersaing dengan berbagai peserta dari dalam maupun luar negeri.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientists Association (IYSA) ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan hasil penelitian dan inovasi di bidang sains dan teknologi. Pengumuman pemenang dilakukan pada 15 Juni 2026, dengan dua tim dari MTsN 7 Jakarta berhasil meraih penghargaan tertinggi pada kategori yang sama.
Tim pertama meraih Gold Medal melalui penelitian berjudul “Bee Glow Crayon: A Sustainable Blend of Beeswax, Candlenut Oil, and Plant-Based Color”. Penelitian ini menghadirkan inovasi krayon ramah lingkungan yang dibuat dari campuran lilin lebah, minyak kemiri, dan pewarna alami berbahan tumbuhan.
Karya tersebut dikembangkan oleh enam siswa kelas VIII, yakni Reisa Aristia Dewi, Khanza Quinntanya Nifty Ananto, Shafika Labiba, Selma Ayu Maritsa, Eryna Amila Husna, dan Kennis Baiza Namara. Melalui inovasi tersebut, tim berupaya menghadirkan alternatif alat mewarnai yang lebih aman dan berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.
Sementara itu, tim kedua meraih Gold Medal melalui penelitian berjudul “Innovation Snack Bar: BND7 – Bar of Natural Ingredients for Adolescents to Prevent Symptoms of GERD”. Penelitian ini mengembangkan produk snack bar berbahan alami yang dirancang untuk membantu mencegah gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada remaja.
Tim kedua terdiri atas enam siswa kelas VII, yaitu Azzalea Aimee Vashty, Mikhaila Awdigta Riski, Rizqia Faticha Rachman, Andi Ahza Farhan Achsan, Raskha Nabil Andiansyah Alfarizi, dan Dhia Aleka. Inovasi tersebut memadukan aspek kesehatan dan pangan dengan memperhatikan kebutuhan gizi remaja sekaligus upaya preventif terhadap gangguan lambung yang kerap dialami usia sekolah.
Salah satu anggota tim peneliti, Selma Ayu Maritsa, mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi, dan ketekunan seluruh anggota tim selama proses penelitian berlangsung.
“Proses penelitian ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami melewati berbagai tahapan mulai dari mencari ide, melakukan percobaan, memperbaiki hasil penelitian, hingga mempersiapkan presentasi. Semua proses tersebut membutuhkan kerja sama, ketelitian, dan semangat pantang menyerah dari seluruh anggota tim,” ujarnya.
Prestasi yang diraih kedua tim menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah mampu menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, kompetitif, dan relevan dengan isu-isu global. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya menunjukkan kreativitas dalam bidang sains, tetapi juga menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas kualitas pendidikan madrasah dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi sejak usia dini. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, MTsN 7 Jakarta terus berupaya menumbuhkan budaya ilmiah, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Capaian dua Gold Medal pada BISF 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MTsN 7 Jakarta dan semakin memperkuat kontribusi madrasah dalam melahirkan generasi unggul yang berprestasi, inovatif, serta siap menghadapi tantangan global sesuai semangat transformasi pendidikan madrasah yang dicanangkan Kementerian Agama.