Jakarta (Humas MTs Negeri 18 Jakarta) — Dalam upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), MTs Negeri 18 Jakarta menggelar kegiatan Sharing Best Practice Zona Integritas, Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah tersebut diikuti tim pembangunan ZI serta jajaran tenaga pendidik dan kependidikan.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari MAN 4 Jakarta, yakni Wido Prayoga dan Nia Kurniati. Keduanya merupakan bagian dari tim inti penggerak Zona Integritas di MAN 4 Jakarta yang telah berhasil mengimplementasikan enam area perubahan ZI secara optimal.
Kepala MTs Negeri 18 Jakarta, Desi Puspitosari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mereplikasi praktik baik dari madrasah yang telah berhasil membangun Zona Integritas.
“Kami ingin belajar langsung dari MAN 4 Jakarta, mulai dari inovasi pelayanan publik, digitalisasi tata laksana, hingga strategi membangun budaya kerja berintegritas. Ini bukan sekadar pemenuhan dokumen, tetapi bagaimana Zona Integritas menjadi napas layanan kita sehari-hari,” ujarnya.
Dalam paparannya, Wido Prayoga menekankan pentingnya manajemen perubahan serta penataan tata laksana berbasis digital dalam mendukung pembangunan Zona Integritas. Menurutnya, transformasi budaya kerja harus dilakukan secara konsisten agar tercipta layanan publik yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Nia Kurniati membagikan pengalaman terkait penguatan akuntabilitas kinerja serta inovasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang ramah, cepat, dan responsif bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang prima menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Tim Zona Integritas MTs Negeri 18 Jakarta juga menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari upaya penguatan implementasi ZI di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan sharing best practice tersebut, Kamad MTs Negeri 18 Jakarta berharap berbagai praktik baik yang telah dibagikan dapat diimplementasikan secara optimal untuk mempercepat terwujudnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan madrasah.