Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) --- Kepala MIN 17 Kepulauan Seribu, Bahtiaroni, mengikuti kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pemahaman dan penguatan peran satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah Kepulauan Seribu, mulai dari unsur kelurahan, kader PKK, forum anak, hingga para kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA, dan madrasah. Kehadiran peserta dari berbagai sektor menunjukkan komitmen bersama dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai deteksi dini, pencegahan, serta mekanisme penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Narasumber juga memberikan pemahaman tentang pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi pada anak, baik fisik, psikis, verbal, maupun kekerasan berbasis teknologi digital. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan dalam memberikan perlindungan kepada anak sejak dini.
Kepala MIN 17 Kepulauan Seribu, Bahtiaroni, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam memperkuat pemahaman tenaga pendidik terkait upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan peserta didik mendapatkan perlindungan dan rasa aman selama proses pembelajaran.
Bahtiaroni juga menyampaikan bahwa MIN 17 Kepulauan Seribu terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang ramah anak melalui berbagai program pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta peningkatan komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya tindakan yang dapat merugikan perkembangan anak.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat menjadi agen perlindungan anak di lingkungan masing-masing. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi yang sehat, aman, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. (j)