Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) --- Pagi Senin di halaman MIN 17 Kepulauan Seribu terasa berbeda. Langit yang mendung, angin yang bertiup cukup kencang, dan suasana laut yang tampak bergelombang menjadi penanda bahwa alam sedang tidak bersahabat. Kondisi tersebut membuat kegiatan rutin sekolah harus menyesuaikan keadaan. Senin, (12/1/2026).
Pada Senin pagi itu, MIN 17 Kepulauan Seribu memutuskan untuk tidak melaksanakan upacara bendera seperti biasanya. Sebagai gantinya, sekolah melaksanakan apel pagi singkat yang tetap sarat makna dan pesan kedisiplinan bagi seluruh warga madrasah.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif demi keselamatan siswa dan guru. Cuaca mendung yang disertai angin kencang dikhawatirkan akan berubah menjadi hujan lebat sewaktu-waktu, sehingga pelaksanaan upacara dinilai kurang kondusif.
Apel pagi dipimpin langsung oleh Kepala MIN 17 Kepulauan Seribu, Bahtiaroni. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan, serta tetap menanamkan nilai disiplin dan nasionalisme meskipun kegiatan berlangsung secara sederhana.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Koordinator Bidang Kesiswaan, Sulha, serta Koordinator Bidang Kurikulum, Kurtubi. Keduanya memastikan jalannya apel tetap tertib dan siswa mengikuti arahan dengan baik meski dalam waktu yang singkat.
Seluruh siswa mengikuti apel dengan rapi dan penuh perhatian. Barisan disesuaikan agar kegiatan dapat berlangsung cepat tanpa mengurangi esensi pembinaan karakter yang menjadi tujuan utama kegiatan pagi di madrasah.
Melalui apel pagi ini, MIN 17 Kepulauan Seribu menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal rutinitas, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, semangat belajar dan kedisiplinan tetap tumbuh, menyatu dengan kehati-hatian dan kepedulian terhadap keselamatan bersama. (j)