Berita

Menjaga Kesehatan Santri, Menguatkan Ekosistem Pesantren

Jumat, 14 Agustus 2026
Dibaca 9 kali
blog

Pulau Tidung, Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) --- Kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pendidikan di pesantren. Selain memperoleh pembinaan keagamaan dan pendidikan, santri perlu dibekali pengetahuan serta kesadaran untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan generasi yang sehat dan berdaya.

 

Hal tersebut disampaikan Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu Sutama saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi Santri dan Workshop Pembinaan Kader Kesehatan Santri di Pesantren Ar-Rahma, Pulau Tidung, Jumat (14/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Agustus 2026 tersebut diselenggarakan Yayasan Santri Peduli Negeri (SAPIN) bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga menjadi ruang pembekalan bagi santri untuk memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.

 

Bagi santri, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Tubuh yang sehat menjadi salah satu penunjang agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar, beribadah, menghafal, berdiskusi, serta menjalani berbagai aktivitas pesantren secara optimal.

 

Sutama mengapresiasi kolaborasi Yayasan SAPIN dan Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang menghadirkan pemeriksaan kesehatan sekaligus pembinaan kader kesehatan santri.

 

“Kesehatan merupakan bagian penting dalam menunjang proses pendidikan santri. Santri yang sehat akan lebih optimal dalam belajar, beribadah, dan mengikuti berbagai aktivitas di pesantren,” ujar Sutama.

 

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan santri perlu dibangun secara berkelanjutan. Pesantren sebagai lingkungan pendidikan memiliki ruang yang strategis untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini, sehingga pengetahuan yang diperoleh santri dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kader Kesehatan, Penggerak dari Lingkungan Pesantren

 

Salah satu bagian penting dari kegiatan tersebut adalah workshop pembinaan kader kesehatan santri. Keberadaan kader diharapkan dapat memperkuat kesadaran kesehatan dari lingkungan pesantren sendiri.

 

Para kader tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak bagi teman-temannya untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat. Mereka dapat berperan dalam menyampaikan informasi dasar mengenai kesehatan serta mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren.

 

“Kami berharap workshop ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja. Para kader kesehatan santri dapat menjadi penggerak budaya hidup bersih dan sehat, sekaligus memberikan edukasi kepada teman-temannya di lingkungan pesantren,” lanjut Sutama.

 

Peran kader juga dapat menjadi jembatan antara santri dan tenaga kesehatan. Dengan adanya kader yang memahami dasar-dasar kesehatan, berbagai informasi dan kebutuhan kesehatan di lingkungan pesantren diharapkan dapat lebih mudah disampaikan kepada pihak yang berkompeten.

 

Sementara itu, layanan cek kesehatan gratis memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperoleh pemeriksaan sekaligus mengenali pentingnya menjaga kondisi kesehatan secara berkala. Edukasi yang diberikan dalam kegiatan tersebut melengkapi layanan kesehatan dengan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam keseharian.

 

Kolaborasi antara Yayasan SAPIN, Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, dan lingkungan pesantren menunjukkan bahwa pembinaan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pesantren memiliki peran dalam membangun kebiasaan sehat, sementara tenaga kesehatan memberikan dukungan dari sisi edukasi dan layanan kesehatan.

 

Membangun Pesantren yang Sehat dan Berdaya

 

Bagi Kementerian Agama, penguatan kesehatan santri menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya lingkungan pendidikan keagamaan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

 

Pesantren bukan hanya tempat santri menimba ilmu agama. Di dalamnya tumbuh berbagai aspek kehidupan yang membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab. Karena itu, budaya hidup sehat juga perlu menjadi bagian dari keseharian santri.

 

Sutama berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan pesantren, Kementerian Agama, fasilitas kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat.

 

“Pesantren adalah lingkungan pendidikan yang membentuk generasi. Karena itu, pembinaan kesehatan santri juga harus menjadi perhatian bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan pesantren yang sehat sekaligus mendukung lahirnya generasi yang unggul,” pungkasnya.

 

Dari Pesantren Ar-Rahma, Pulau Tidung, ikhtiar menjaga kesehatan santri menjadi bagian dari perjalanan membangun pendidikan yang utuh. Santri yang sehat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, beribadah, berkarya, dan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor