Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) --- Capaian MIN 13 Jakarta yang telah menembus lima besar madrasah se-DKI Jakarta menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur Affan Sofwan mendorong seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk terus memperkuat prestasi hingga mampu menembus tiga besar madrasah terbaik di tingkat DKI Jakarta.
Dorongan tersebut disampaikan Affan saat memberikan pembinaan kepada GTK MIN 13 Jakarta dalam kegiatan bertema “Meningkatkan Layanan Pendidikan Menuju Madrasah Unggul, Kompetitif, dan Siap Mendunia”, Jumat (14/8/2026).
Bagi Affan, masuknya MIN 13 Jakarta dalam jajaran lima besar, khususnya pada bidang keagamaan, merupakan capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi energi untuk meningkatkan target.
“Kalau sudah masuk lima besar se-DKI, ini luar biasa. Dan insyaallah di masa yang akan datang untuk sampai ke tiga besar, baik juara satu, dua, maupun tiga, itu sangat potensial dan sangat memungkinkan,” ujar Affan.
Target tersebut bukan sekadar angka peringkat. Menurut Affan, capaian prestasi menjadi salah satu indikator dari proses pembinaan dan kualitas layanan pendidikan yang terus dikembangkan madrasah.
Karena itu, prestasi yang telah diraih tidak seharusnya membuat jajaran madrasah berhenti berbenah. Sebaliknya, capaian tersebut perlu menjadi pemantik untuk menjaga konsistensi, mengevaluasi kekurangan, dan mencari ruang pengembangan baru.
Dari 26 Menjadi 219 Prestasi
Perkembangan capaian MIN 13 Jakarta menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Kepala MIN 13 Jakarta Elvia Luthfiasari menyampaikan bahwa jumlah prestasi madrasah yang sebelumnya tercatat sebanyak 26 capaian meningkat menjadi 219 prestasi pada periode terakhir.
“Prestasi kita melonjak menjadi 219 prestasi. Alhamdulillah sangat signifikan, tapi tentunya tidak bisa membuat kita berbangga hati karena masih banyak yang lebih baik lagi di atas kita,” kata Elvia.
Capaian tersebut menjadi gambaran dari proses pembinaan peserta didik yang dilakukan secara berkelanjutan. Prestasi yang diraih sekaligus menjadi hasil dari kerja bersama antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, pimpinan madrasah, dan berbagai pihak yang memberikan dukungan.
Selain peningkatan jumlah prestasi, MIN 13 Jakarta juga mencatat capaian pada tingkat Provinsi DKI Jakarta. Dalam bidang keagamaan, madrasah berada pada peringkat kelima se-DKI Jakarta.
Sementara itu, berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), MIN 13 Jakarta menempati peringkat ke-47 dari 478 madrasah ibtidaiyah di Jakarta. Posisi tersebut menempatkan MIN 13 dalam jajaran 50 besar sekaligus membuka ruang untuk terus meningkatkan capaian akademik.
Prestasi Dibangun dengan Soliditas
Di balik capaian tersebut, Affan menekankan pentingnya kerja tim. Menurutnya, kualitas dan kemajuan madrasah tidak dapat bergantung pada kemampuan individu tertentu.
“Kualitas dan kemajuan madrasah tidak hanya ditentukan oleh faktor kehebatan individu, tetapi harus dengan soliditas dan kerja sama tim yang baik,” tegasnya.
Kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, pengawas, komite, peserta didik, hingga unsur Kementerian Agama memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.
Soliditas menjadi semakin penting ketika madrasah memiliki target untuk meningkatkan capaian. Setiap unsur perlu bergerak dalam arah yang sama, memahami prioritas, dan saling mendukung agar program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal.
Affan juga mengingatkan agar madrasah tidak terburu-buru meninggalkan program yang telah terbukti memberikan hasil positif. Program yang masih relevan dan bermanfaat dapat dipertahankan, sementara inovasi baru tetap dikembangkan untuk menjawab kebutuhan zaman.
“Memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik,” katanya.
Pesan tersebut menjadi prinsip agar pengembangan madrasah tetap memiliki kesinambungan. Pengalaman dan program yang telah berhasil menjadi fondasi, sedangkan inovasi menjadi jalan untuk menghadapi tantangan baru.
Melangkah dari Lima Besar
Bagi MIN 13 Jakarta, perjalanan dari 26 menuju 219 prestasi menjadi bagian dari proses panjang membangun budaya berprestasi. Posisi lima besar se-DKI Jakarta bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk mencapai target yang lebih tinggi.
Affan optimistis capaian yang telah diraih, ditambah dengan soliditas seluruh GTK, dapat menjadi modal bagi MIN 13 Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Semakin besar tantangannya, insyaallah hasil yang kita capai juga akan semakin baik,” ujarnya.
Dengan memperkuat kolaborasi, mempertahankan program yang efektif, mengembangkan inovasi, dan terus meningkatkan kompetensi GTK, MIN 13 Jakarta didorong untuk menjawab tantangan pendidikan dengan langkah yang terarah.
Target tiga besar pun bukan sekadar ambisi peringkat. Di baliknya terdapat komitmen untuk menghadirkan madrasah yang semakin unggul dalam layanan, kuat dalam karakter, berprestasi dalam capaian, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menyiapkan peserta didik menghadapi masa depan.
Dari lima besar, MIN 13 Jakarta kini menatap tiga besar. Langkah itu dibangun melalui kerja bersama, prestasi yang berkelanjutan, dan komitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.